Pemkab Nagan Raya perkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, terus berupaya memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting guna menurunkan angka stunting di wilayah setempat.

“Melalui gerakan ini, pemerintah daerah berharap dapat mencegah sekaligus menurunkan angka stunting demi mewujudkan generasi emas di masa mendatang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nagan Raya, Aceh Said Mudhar di Nagan Raya, Selasa.

Ia mengatakan, mekanisme kerja orang tua asuh akan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), serta tenaga gizi dari puskesmas.

Menurutnya, gerakan ini bukanlah program biasa, melainkan manifestasi semangat gotong royong lintas sektor antara pemerintah, swasta, individu, hingga akademisi untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Nagan Raya, Aceh Cut Inda mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus membantu pemerintah daerah, dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di daerah ini.

Ia menyampaikan sejumlah poin penting dalam pelaksanaan pencegahan stunting diantaranya, fokus intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Intervensi harus terkonsentrasi sejak masa kehamilan hingga anak berusia di bawah dua tahun agar hasilnya optimal,” jelasnya.

Kedua, penentuan sasaran yang tepat dengan memprioritaskan keluarga berisiko stunting (KRS), seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun (baduta) agar mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

Ketiga, intervensi nutrisi dan lingkungan, dengan mengutamakan pemberian makanan bergizi.

"Khususnya protein hewani, serta memastikan lingkungan yang sehat, ketersediaan air bersih, sanitasi layak, dan edukasi pengasuhan bagi orang tua," jelasnya.

PKK Kabupaten Nagan Raya, Aceh meminta seluruh kader, khususnya Tim Pendamping Keluarga (TPK), untuk aktif melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

“Kader juga harus memastikan bantuan nutrisi diterima langsung oleh sasaran serta melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan berat dan tinggi badan anak melalui aplikasi pendukung yang telah disediakan,” katanya.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.