Pemkab Parigi Moutong targetkan bangun 170 gerai KDKMP pada 2026

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menargetkan pembangunan 170 gerai koperasi desa dan kelurahan merah putih (KDKMP) pada 2026 sebagai upaya pemerintah menguatkan ekonomi kerakyatan.

"Sebagai program strategis nasional, maka daerah berkewajiban mendukung dan mengimplentasikan program tersebut," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong Fit Dewana di Parigi, Sulteng, Rabu.

Ia menjelaskan saat ini 32 unit sedang proses pembangunan dan tiga gerai di antaranya telah mencapai 100 persen.

Tujuan utama program itu adalah memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lembaga ekonomi kolektif, dan mewujudkan kemandirian pangan.

"Parigi Moutong memiliki sektor unggulan yakni pertanian, perikanan dan kelautan, maka sektor-sektor itu diperkuat melalui KDKMP," ujarnya.

Pembangunan fisik gerai terus dipacu, meski beberapa desa masih mengalami kendala teknis, berkaitan kesiapan lokasi gerai koperasi.

"Pemerintah daerah (pemda) memiliki tanggung jawab memfasilitasi proses pembahasan lokasi, supaya pembangunan gerai dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan," ujarnya.

Dari sisi peningkatan kesejahteraan, kegiatan bisnis koperasi menghasilkan pendapatan tambahan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga desa.

Kemudian, penguatan UMKM dan pangan diarahkan pada percepatan produksi lokal, maupun penyediaan pasar untuk hasil pertanian atau industri kecil.

Setiap desa harus memiliki skema bisnis yang jelas dan prioritas, manfaatkan potensi lokal untuk di kembangkan, dengan harapan UMKM lokal dapat difasilitasi oleh KDKMP memperluas jaringan pasar mereka.

"Tujuan program sangat bagus, pengurus koperasi harus membangun manajemen bisnis yang baik dengan perhitungan yang matang, supaya kegiatan usaha dijalankan memberikan keuntungan finansial," sebut Fit.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.