Pemkot Bogor ajak perwakilan warga penolak PSEL studi banding ke China

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Dipastikan kalau melihat desain teknologi gedung dan pengelolaan PSEL ini memang seperti mal. Cuma memang warga butuh pembuktian apakah benar tidak menimbulkan bau dan lain-lain

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menyebut perwakilan warga yang menolak rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanahsareal, akan diajak melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin ditemui di Cibinong, Rabu, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan di Kota Bogor.

“Dipastikan kalau melihat desain teknologi gedung dan pengelolaan PSEL ini memang seperti mal. Cuma memang warga butuh pembuktian apakah benar tidak menimbulkan bau dan lain-lain,” kata Jenal.

Menurut dia, ajakan studi banding itu sebelumnya sempat disampaikan pihak Danantara dalam agenda sosialisasi awal kepada masyarakat.

Baca juga: Bupati Bogor teken kerja sama PSEL untuk atasi darurat sampah

Ia menjelaskan perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah direncanakan mengunjungi langsung fasilitas pengolahan sampah modern di China untuk melihat kondisi pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Pihak Danantara akan mengajak perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah untuk studi banding langsung ke China, menyaksikan bagaimana sebenarnya kondisi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Meski demikian Wakil Wali Kota Jenal mengaku belum mengetahui secara rinci waktu maupun mekanisme keberangkatan studi banding tersebut.

Pemkot Bogor memastikan fasilitas yang direncanakan berbeda dengan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping seperti yang selama ini dikhawatirkan masyarakat.

Baca juga: Tangani sampah, Pemkot Bogor usul bangun PSEL di kawasan Kayumanis

Pemkot Bogor menyebut pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Kota Bogor yang volumenya terus meningkat setiap hari.

Diketahui, sejumlah warga di wilayah Kayumanis menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di lingkungan mereka.

Warga khawatir keberadaan fasilitas tersebut akan menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Selain itu warga menilai lokasi pembangunan PSEL berada di kawasan permukiman padat penduduk sehingga dinilai kurang tepat.

Baca juga: Bupati: PSEL Galuga bisa tuntaskan masalah sampah Bogor dalam 10 tahun

Baca juga: KLH-Pemprov Jabar sepakat percepat bangun PSEL Bandung dan Bogor-Depok

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.