Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat membasmi sebanyak 234 kilogram ikan sapu-sapu dengan cara mengubur sejak penangkapan pertama kali dilakukan pada 17 April lalu.
"Jumlahnya sampai sekarang ada 234 kilo yang sudah kita tangkap dan kubur. Kalau DKI kan 11 ton," kata Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Barat, Aas Asih, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu malam.
Aas mengatakan penangkapan sapu-sapu akan kembali digelar pada Kamis (30/4) dan dilakukan rutin setiap minggu.
"Besok kita mau tangkap lagi di Citra 5 dan selanjutnya rutin setiap minggu," kata Aas.
Mengenai pembasmian telur sapu-sapu, Aas menyebut petugasnya cukup kesulitan lantaran sapu-sapu bertelur di lubang-lubang turap.
Aas menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu dinilai memiliki sifat yang invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lain, terutama di Kali Taman Semanan indah.
Selain itu, spesies ikan ini juga membuat lubang pada dinding turap sebagai tempat berkembang biak, namun berdampak pada turap yang cepat rapuh.
Lebih lanjut, kata Aas, ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan bahan baku makanan olahan, seperti siomay.
Padahal, ikan sapu-sapu mengandung bakteri E. coli atau Salmonella, bahkan logam berat seperti timbal.
"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat yang mengkonsumsi itu secara terus-menerus, terakumulasi dalam tubuh manusia. Makanya (ikan sapu-sapu) mesti dibasmi," pungkas Aas.
Baca juga: Pembersihan kali di Jakbar bakal dibarengi penangkapan ikan sapu-sapu
Baca juga: Satpol PP ciduk lima pria penjual daging ikan sapu-sapu di kawasan Pasar Baru
Baca juga: Jaksel siapkan tim pengawas pedagang siomay berbahan ikan sapu-sapu
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·