Republik beda pendapat soal pembangunan aula baru di Gedung Putih

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Washington (ANTARA) - Anggota Kongres Partai Republik Amerika Serikat terpecah pendapat mengenai dana pembangunan aula ruang dansa baru usulan Presiden Donald Trump di area Sayap Timur, Gedung Putih, di mana muncul pendapat apakah menggunakan uang pajak atau dana pribadi.

"Kami memiliki utang 39 triliun dolar AS (Rp624 kuadriliun), mungkin kami harus berhenti menghabiskan uang," kata Senator Rick Scott kepada NBC News, Senin.

Sementara itu, Demokrat tetap menentang gagasan pembangunan ruang dansa tersebut secara umum.

Demokrat dilaporkan mungkin akan menolak rancangan undang-undang (RUU) tersebut karena banyak dari mereka percaya bahwa Trump telah melanggar hukum karena gagal mendapat persetujuan dari Kongres sebelum menghancurkan area Sayap Timur.

Setelah insiden penembakan di Hotel Hilton Washington, Sabtu (25/4), Trump mengatakan bahwa ruang dansa yang bersifat "sangat rahasia" dan "militer" akan mencegah situasi serupa terjadi. Trump pun mendesak agar pembangunan aula ruang dansa itu dilakukan secepat mungkin.

Sabtu malam, tembakan tiba-tiba meletus di Hotel Hilton Washington selama acara jamuan Makan Malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih. Semua peserta yang hadir, termasuk Trump dan Melania, dievakuasi. Pihak berwenang AS dengan cepat menahan tersangka, sementara seorang agen Dinas Rahasia AS mengalami luka-luka.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Dua senator Republik minta Donald Trump jaga mulut soal Rusia

Baca juga: Rusak sudah hubungan Donald Trump dengan partainya sendiri

Baca juga: Pemilu sela AS hasilkan senator kulit hitam pertama

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.