Pemkot Jaktim perkuat peran ormas cegah konflik sosial

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur terus memperkuat langkah pencegahan konflik sosial melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat (ormas).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Timur Eka Darmawan dalam Dialog Interaktif Manajemen Konflik dan Penanganan Konflik Sosial yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur.

"Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi konflik di lingkungan masing-masing. Acara diikuti 100 peserta dari 20 organisasi masyarakat (ormas)," kata Eka di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa.

Dalam sambutannya, Eka menyebut komitmen penuh pemerintah kota dalam menjaga stabilitas wilayah.

Dia menyebutkan bahwa optimalisasi peran seluruh lapisan masyarakat sangat krusial, khususnya dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dapat memicu konflik sosial.

"Upaya pencegahan konflik dilakukan dengan menekan faktor pendorong, mengaktifkan kontrol sosial, serta mengedepankan penyelesaian melalui mediasi dan pemberdayaan masyarakat," jelas Eka.

Selain itu, Eka menyebut pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam penanganan konflik sosial.

Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai mampu menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Eka juga mengungkapkan bahwa kondisi keamanan di Jakarta Timur saat ini relatif kondusif.

Hal ini diperkuat dengan capaian Kota Jakarta dalam laporan Global Residence Index 2026 yang menempatkan Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara.

"Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh warga Jakarta. Ke depan harus terus kita pertahankan dan tingkatkan," ucap Eka.

Dialog interaktif ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Ade Wendy dari Kementerian Dalam Negeri, serta Ayi Afriandi.

Sejumlah organisasi masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Karang Taruna, PKK, hingga organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Timur, Elieazer Hutapea, menjelaskan dialog ini bertujuan membangun komunikasi dan koordinasi antara pembuat kebijakan, pakar, dan masyarakat.

"Diharapkan dari forum ini muncul rumusan serta masukan konstruktif dari masyarakat sebagai bentuk partisipasi aktif dalam penanganan konflik. Dengan begitu, potensi konflik dapat ditekan dan situasi wilayah tetap kondusif," kata Elieazer .

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur optimistis dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis, dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Pemkot gandeng masyarakat deteksi dini gangguan keamanan di Jakut

Baca juga: Sosiolog UMM ingatkan konflik sosial baru akibat krisis energi global

Baca juga: Pemkab edukasi warga cegah konflik sosial di Kepulauan Seribu

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.