Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melakukan pengawasan keamanan pangan terpadu dengan menguji 90 sampel pangan di enam pasar tradisional.
"Pengawasan keamanan pangan terpadu di enam pasar tradisional hari ini mengambil 90 sampel untuk diuji keamanannya," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Selasa.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi dan bebas dari zat berbahaya.
Enam pasar yang menjadi lokasi pengawasan yakni Pasar Palmeriam, Pasar Kampung Ambon atau Ampera, Pasar Pramuka, Pasar Rawamangun, Pasar Jatinegara, dan Pasar Cawang Kapling.
Kusmanto menjelaskan, pengawasan ini menyasar berbagai komoditas pertanian dan peternakan yang umum dikonsumsi masyarakat. Di antaranya sayur-sayuran, buah-buahan, beras, daging ayam, hingga daging sapi.
"Pengawasan ini penting untuk memastikan bahwa pangan yang dijual di pasar tradisional benar-benar aman dan layak konsumsi bagi masyarakat," jelas Kusmanto.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan beberapa jenis pengujian, meliputi uji residu pestisida pada produk pertanian hingga pengujian kandungan zat berbahaya seperti formalin, klorin, dan bahan kimia lainnya pada komoditas pangan.
Setiap pasar diambil sebanyak 15 sampel, dengan rincian 11 sampel dari komoditas pertanian dan 4 sampel dari komoditas peternakan. Dengan demikian, total sampel yang diuji dari enam pasar mencapai 90 sampel.
Kusmanto menegaskan, hasil pengawasan ini akan menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut apabila ditemukan bahan pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk menjaga kualitas pangan di wilayah Jakarta Timur.
"Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa bahan pangan yang mereka konsumsi telah melalui proses pengawasan yang ketat," ucap Kusmanto.
Pengawasan keamanan pangan terpadu ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Dinas KPKP, Korwas PPNS Polda Metro Jaya, Bagian Perekonomian Kota Administrasi Jakarta Timur, dan unsur Kecamatan Matraman.
Selain itu, sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) turut dilibatkan, seperti PPUPKM, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup.
"Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta meningkatkan standar keamanan pangan di pasar-pasar tradisional," kata Kusmanto.
Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan keamanan pangan sebagai bagian dari perlindungan konsumen, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Baca juga: Pemkot Jaktim tinjau langsung harga dan stok pangan di enam pasar
Baca juga: Pondok Kopi optimalkan bantuan gerobak, perkuat sistem sampah berbasis warga
Baca juga: Pemkot Jaktim tangkap 1,83 ton ikan sapu-sapu di 10 kecamatan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·