Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan dasar dan logisti bagi warga terdampak dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Ngaliyan dan Tugu.
"Bantuan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.
Sejak banjir terjadi, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama personel gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak.
Ia mengatakan pembersihan material lumpur, normalisasi saluran, penyedotan genangan, hingga pendataan warga terdampak dilakukan secara intensif agar kondisi segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Bantuan yang telah disalurkan meliputi 60 paket makanan siap saji, 140 paket lauk pauk siap saji, 25 lembar kasur, 10 lembar tenda gulung, 10 paket family kit, serta 8 paket perlengkapan anak (kids ware).
"Distribusi dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada wilayah dan warga yang paling terdampak," katanya.
Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanganan kondisi di lapangan hingga perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
"Koordinasi lintas OPD juga terus diperkuat agar proses penanganan berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran," katanya.
Di sisi lain, Pemkot Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta aktif melaporkan kondisi kedaruratan di wilayah masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Banjir terjadi membawa material lumpur di jalur vital Silayur dan mengakibatkan tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, jebol, Jumat (25/5/2026) malam.
Data dari Kecamatan Tugu mencatat sebanyak 313 Kepala Keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak langsung oleh luapan air sungai tersebut.
Selain genangan air, sebuah tanggul di wilayah RT 01 RW 01 dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 40 meter yang memperparah dampak banjir di pemukiman warga sekitarnya.
Menurut dia, intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur serta wilayah lokal Ngaliyan memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Sungai Silandak dan Sungai Plumbon.
Baca juga: Pemkot Semarang gerak cepat penanganan pascabanjir Ngaliyan-Tugu
Baca juga: Pusdalops Sumut catat 233 KK terdampak akibat banjir di Kota Binjai
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·