Pemerintah Kota Surabaya memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama pada Sabtu, 16 Mei 2026, demi kelancaran parade bunga malam hari Surabaya Vaganza dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-733.
Langkah penutupan jalan secara penuh dimulai sejak Sabtu siang sebelum parade visual bertema Festival of Lights: Garden of Hope tersebut resmi bergulir pada pukul 18.00 WIB dengan rute dari Tugu Pahlawan menuju Monumen Bambu Runcing.
Dilansir dari detik.com, arus kendaraan dari Jalan Bubutan dan Jalan Tembaan dialihkan menuju Jalan Indrapura serta Jalan Semut, sementara akses dari Blauran menuju Jalan Praban ditutup sementara.
Pengalihan juga menyasar kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat ke Jalan Embong Malang, serta penyesuaian lajur kanan untuk arus dari Jalan Pemuda yang melewati Jalan Yos Sudarso atau Jalan Panglima Sudirman.
"Karena itu masyarakat diimbau menghindari ruas jalan di sekitar rute parade dan menggunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar," kata M Hanang Prasetyo Adi, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Pihak Dinas Perhubungan menetapkan 15 titik parkir resmi di sekitar lokasi acara seperti kawasan Tugu Pahlawan, Alun-Alun Surabaya, Gedung Siola, hingga pusat perbelanjaan terdekat.
"Kawasan Siola menjadi salah satu lokasi parkir utama karena kapasitasnya cukup besar dan aksesnya mudah dijangkau masyarakat," kata Hanang.
Personel gabungan berkekuatan 300 orang yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan disiagakan penuh di sepanjang rute untuk mengamankan jalannya acara.
"Petugas Dishub bersama jajaran terkait akan bersiaga di lapangan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas serta mengarahkan masyarakat menuju titik parkir yang tersedia," pungkas Hanang.
Di sisi lain, momentum perayaan tahunan ini juga dimanfaatkan untuk mendongkrak sektor ekonomi melalui penyelenggaraan Surabaya Shopping Festival 2026 dan penguatan program wisata medis.
Melalui data beritalima.com, sebanyak 15 pusat perbelanjaan modern di Surabaya berpartisipasi menawarkan potongan harga masif hingga 70 persen serta program belanja malam hari sepanjang Mei 2026.
"Selama satu bulan penuh Surabaya benar-benar meriah. Banyak event besar, promo belanja, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya yang sayang dilewatkan," kata Farah Andita Ramdhani, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Surabaya.
Pemerintah daerah setempat mengintegrasikan sektor hiburan dengan fasilitas kesehatan berkualitas demi menarik minat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Kalau datang to Surabaya selama bulan Mei, masyarakat tidak hanya menikmati festival, tetapi juga bisa berbelanja dengan banyak promo menarik di mal maupun pusat perbelanjaan," ujar Farah.
Sinergi bersama agen perjalanan dan rumah sakit bersertifikasi khusus terus dilakukan guna mengenalkan potensi wisata medis di Kota Pahlawan.
"Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas," jelas Farah.
Pemerintah menargetkan perluasan variasi wisata ini mampu memperpanjang durasi tinggal para pelancong luar daerah sehingga berdampak positif pada ekosistem UMKM.
"Harapannya wisatawan datang ke Surabaya bukan hanya untuk menikmati event, tetapi juga berbelanja, staycation, kulineran, sampai memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di sini," ungkap Farah.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Jawa Timur turut memproyeksikan lonjakan aktivitas ekonomi yang signifikan lewat berbagai skema promosi belanja.
"Promosi dilakukan secara masif. Berbagai program belanja dihadirkan untuk menarik minat pengunjung, mulai dari night shopping, buy one get one free, cashback hingga 50 persen, sampai diskon mencapai 70 persen bahkan 80 persen di sejumlah tenant," kata Hendra Lienanda, Ketua Panitia Surabaya Shopping Festival 2026.
Hendra menambahkan bahwa keterlibatan belasan mal besar serta pelaku usaha mikro menjadi pilar utama dalam menyokong kesuksesan agenda perayaan kota tahun ini.
"Tidak hanya pusat perbelanjaan modern, pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam kemeriahan HJKS tahun ini. Berbagai bazar kuliner dan kegiatan promosi produk lokal digelar untuk memberi ruang lebih luas bagi UMKM Surabaya berkembang," ujarnya.
Pusat perbelanjaan juga memfasilitasi gelaran pameran perjalanan medis yang mempertemukan langsung penyedia layanan kesehatan dengan calon pasien.
"Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata Surabaya, tidak hanya sebagai kota belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai tujuan layanan kesehatan. Melalui berbagai program tersebut, wisatawan diajak datang ke Surabaya untuk menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap, mulai dari belanja, hiburan, kuliner, hingga layanan kesehatan dalam satu momentum perayaan HJKS ke-733," terangnya.
Kesiapan menyambut arus wisatawan juga ditegaskan oleh sektor perhotelan yang mulai membenahi fasilitas penunjang ramah pasien medis.
"Kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga fasilitas pendukung terus diperkuat agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman dan berkesan selama berada di Surabaya," ujar Firman Sudi Permana, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Surabaya.
Pihak perhotelan terus menjalankan pemeriksaan standar operasional prosedur secara internal untuk menjamin keselamatan seluruh tamu selama rangkaian festival berlangsung.
"Aspek keamanan dan kenyamanan tamu tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, PHRI terus mengimbau seluruh hotel untuk melakukan audit internal secara berkala, mulai dari standar keselamatan, sistem kebakaran, kebersihan, pelayanan, hingga kelengkapan SOP operasional," pungkas Firman.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·