Pemprov DKI Telah Putihkan 2.026 Ijazah-Lepas 561 Alumni SMK ke Luar Negeri

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membagikan 2.026 ijazah peserta didik dalam program pemutihan tahap pertama sekaligus melepas 561 alumni SMK untuk bekerja ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5).

“Pertama, melalui program pemutihan ijazah bekerja sama dengan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta. Pada tahun 2026, tahap pertama akan dibagikan ijazah kepada 2.026 peserta didik, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga PKBM, dengan total anggaran sebesar hampir Rp 4 miliar,” ujar Rano.

Ia menegaskan makna program tersebut lebih dari sekadar distribusi dokumen.

“Ini bukan sekadar pembagian dokumen, ini adalah pengembalian martabat, harga diri. Ini adalah pembukaan kembali pintu kesempatan. Sebab bagi orang, selembar ijazah bukan hanya kertas, ia adalah kunci untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, mengangkat keluarga, dan menatap masa depan dengan kepala tegak,” katanya.

Sejumlah siswa mendengarkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat program pemutihan penundaan pemberian ijazah di SMA Islam Said Naum, Tanah Abang, Jakarta, Kamis, (21/8/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ia menambahkan, program ini juga menjadi pesan bahwa pemerintah hadir untuk membuka kembali peluang yang sempat tertutup.

“Kita ingin mengatakan kepada mereka yang sempat tertunda langkahnya, hari ini pintu itu dibuka kembali. Beban masa lalu kita ringankan, mimpi yang sempat terhenti kita hidupkan kembali,” ucap Rano.

Selain itu, Pemprov DKI juga melepas ratusan lulusan SMK untuk bekerja ke luar negeri, antara lain ke Jepang, Malaysia, dan Jerman. Program ini disebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi agar mampu bersaing secara global.

“Kedua, pada hari ini kita melepas 561 alumni SMK di Jakarta yang siap bekerja menuju Jepang, Malaysia, dan Jerman, membawa semangat, keterampilan, disiplin, serta nama baik Jakarta dan Indonesia. Inilah wajah baru pendidikan vokasi Jakarta. Inilah semangat SMK naik kelas yang mendunia,” ungkap Rano.

Ia menekankan lulusan SMK kini tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua, melainkan memiliki peluang besar di pasar kerja internasional.

“Mereka membawa pesan bahwa pendidikan vokasi bukan pilihan kedua, melainkan jalan terhormat untuk menguasai keahlian, membangun kemandirian, dan mengharumkan nama bangsa,” ucapnya.

Selain dua program itu, Rano juga membahas kebijakan lain, seperti perluasan akses pendidikan melalui sekolah swasta gratis di ratusan sekolah di Jakarta.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperluas akses pendidikan melalui program sekolah swasta gratis. Pada tahun ajaran 2026/2027, program ini menyasar 103 sekolah swasta di Jakarta,” kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak mendapatkan pendidikan yang layak.

“Program ini adalah cara Jakarta memotong garis ketidakberuntungan. Sebab kita tahu kemiskinan sering diwariskan bukan karena anak-anak tidak punya kemampuan, tetapi karena mereka tidak diberi kesempatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk daerah terdampak bencana di Sumatera.

“Keempat, melalui gerakan Distrik Peduli, para kepala sekolah bersama PGRI DKI Jakarta mengirimkan donasi sebesar 2,2 miliar rupiah untuk membantu pemulihan satuan pendidikan pascabencana,” kata Rano.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun.

“Pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Kelas boleh rusak, tetapi harapan tidak boleh roboh. Buku boleh hilang, tetapi semangat belajar harus tetap menyala,” ujarnya.

Rano menekankan bahwa Hardiknas harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membangun sistem pendidikan yang adil dan inklusif.

“Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat janji kita. Menjadikan Jakarta sebagai kota yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga matang secara kemanusiaan,” kata dia.

Salah satu lulusan SMK yang akan ke luar negeri, Navela Dwita Purnama, mengaku akan berangkat ke Jerman melalui program Ausbildung.

“Sebenarnya itu kayak program Ausbildung namanya. Dia itu program ke Jerman. Kebetulan saya dapat di jurusan Restaurantfachfrau, dia kerja sekaligus sekolah. Jadi dia kalau di sini bisa disebut semacam magang ya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut memungkinkan peserta bekerja sekaligus belajar dengan dukungan finansial.

“Dan itu kita juga dapat uang saku dari sananya karena kita juga kerja dan nanti kita itu dapat sekolah yang mana sama seperti jurusannya, sama kayak kerjanya,” ungkapnya.

Navela menambahkan, setelah menyelesaikan program selama tiga tahun, peserta akan memperoleh sertifikat berlisensi internasional.

“Iya, betul. Nanti dari program Ausbildung ini kita itu dapat sertifikat yang mana dia tuh udah berlisensi ke seluruh dunia,” katanya.