Pemprov DKI Teliti Perizinan Parkir Blok M Square Pasca Penyegelan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap aspek perizinan dan kepatuhan pajak di lokasi parkir kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil setelah adanya penyegelan oleh DPRD DKI Jakarta pada Selasa (12/5/2026) atas dugaan praktik parkir ilegal di area tersebut.

Pemeriksaan legalitas ini melibatkan sejumlah instansi terkait untuk memastikan keabsahan pengelolaan parkir di lapangan. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta dalam mengungkap persoalan ini.

"Terkait dengan parkir yang diduga ilegal, saya mengatakan diduga ya karena ini kan semua masih dalam proses Pansus. Jadi kami mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh Pansus DPRD," kata Prastowo di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Koordinasi internal segera dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sesaat setelah polemik mengenai pengelolaan parkir di Blok M Square mencuat ke publik. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sedang mendalami rincian operasional dan pemungutan pajak di lokasi tersebut.

"Maka apa yang kami lakukan, kemarin kami langsung berkoordinasi di internal. Sekarang Dishub dan Bapenda sedang melakukan pendalaman karena ini kan ada kaitan dengan aspek perizinan dan aspek pemungutan pajak parkirnya," ujarnya.

Prastowo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk aktivitas parkir liar di wilayah ibu kota. Namun, ia menambahkan bahwa pemerintah tetap fokus pada penyediaan solusi parkir yang tertata dan berbasis digital.

"Prinsipnya, Pemprov tentu tidak menolerir apapun terkait aktivitas parkir ilegal. Jadi kita ingin melakukan penertiban, tapi di sisi lain juga memberikan jalan keluar bagaimana kantong-kantong parkir bisa disediakan dengan baik, dengan proper, perbaikan sistem, digitalisasi dan sebagainya, itu yang menjadi concern dan arahan dari pimpinan," jelasnya.

Mengenai alasan penindakan yang baru dilakukan meski dugaan pungutan ilegal telah berlangsung selama beberapa tahun, Prastowo menyebut pihaknya perlu memvalidasi status administratif lokasi tersebut secara menyeluruh.

"Jadi ini yang sedang kita dalami, apakah dipastikan tidak ada izin atau sedang berproses, itu yang sedang kita dalami bersama-sama," katanya.

Pemerintah berjanji akan menyampaikan hasil investigasi ini secara terbuka guna menjamin akuntabilitas kepada masyarakat luas.

"Nanti akan kita berikan update dan kita pastikan semua transparan," imbuhnya.

Terkait mekanisme bagi hasil yang melibatkan pengelola, Prastowo memaparkan bahwa terdapat berbagai skema kerja sama perparkiran di Jakarta, mulai dari pihak swasta murni hingga pengelolaan on-street yang bekerja sama dengan Dishub.

"Parkir kan macam-macam ya pengelolaannya, ada yang parkir swasta tapi mereka memungut pajak parkir yang disetorkan ke Bapenda, ada juga parkir yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan terutama yang on-street lalu itu dikerjasamakan dengan pihak-pihak lain," tuturnya.

Tim investigasi masih perlu membedah struktur kerja sama yang berlaku khusus di kawasan Blok M Square guna menentukan sanksi atau langkah perbaikan selanjutnya.

"Nanti kita dalami dulu bagaimana skemanya, aspek perizinan dan kepatuhan pembayaran pajak parkirnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Ahmad Lukman Jupiter telah melaksanakan inspeksi mendadak di Jalan Melawai 5, kawasan Blok M Square. Area yang dikelola operator Best Parking tersebut disegel karena dianggap merugikan pendapatan asli daerah (PAD).

"Hari ini kami melakukan fungsi pengawasan sebagai langkah konkret untuk memastikan agar parkir ilegal yang melanggar aturan untuk dilakukan penyegelan. Kami ingin melindungi hak-hak masyarakat dan keuangan pendapatan asli daerah dan juga melindungi untuk kerugian potensi pendapatan asli daerah," kata Jupiter di kawasan Blok M Square, Senin (11/5).