Pemprov Jakarta Tangkap 10 Ton Ikan Sapu&Sapu di Lima Wilayah

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) berhasil menjaring total 10,189 ton ikan sapu-sapu dari perairan di lima wilayah kota pada Kamis (23/4/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pembersihan ekosistem sungai dan saluran air di seluruh wilayah Jakarta.

Data akumulasi tersebut merupakan hasil dari operasi penangkapan intensif yang dilakukan secara serentak maupun bertahap di berbagai titik perairan ibu kota, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengonfirmasi jumlah tangkapan tersebut mencakup seluruh wilayah administrasi di Jakarta.

"Hingga saat ini, total akumulasi ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dari seluruh perairan di DKI Jakarta mencapai 10,189 ton," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok.

Operasi pembersihan dimulai dengan penangkapan massal secara serentak pada tanggal 17 April 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur pada 20 April dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan pada 21 April guna menekan populasi spesies invasif tersebut.

Pihak Dinas KPKP telah menetapkan prosedur standar operasi (SOP) khusus untuk memastikan pemusnahan ikan-ikan tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Hasudungan menjelaskan bahwa ikan hasil tangkapan harus dipastikan mati sebelum proses penguburan dilakukan.

"Untuk pemusnahan, ikan sapu-sapu harus dipastikan mati dengan cara dibelah atau dipatahkan leharnya kemudian dimasukkan ke dalam karung tertutup rapat untuk dibawa dan dikubur di lokasi yang telah ditentukan," tuturnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan perhatian khusus terhadap volume besar hasil tangkapan ini. Pemerintah Provinsi kini tengah mengkaji kemungkinan pengolahan limbah ikan tersebut menjadi produk yang bermanfaat berdasarkan studi banding dari negara lain.

"Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Rano menyatakan keterkejutannya melihat data statistik jumlah ikan yang terjaring mencapai satuan ton dalam satu kali operasi. Temuan ini menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk menyusun strategi penanganan persoalan lingkungan yang lebih menyeluruh di masa mendatang.

Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, Pemerintah Provinsi Jakarta merespons masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai metode pemusnahan. Rano menegaskan bahwa prosedur di lapangan akan dievaluasi agar proses penguburan dilakukan dengan lebih humanis dan tepat.

"Memang kemarin istilahnya penguburannya kan banyak yang belum mati segala macam. Untuk itu, mungkin kita akan nanti kita benahi sajalah," katanya.

Perbaikan prosedur operasional akan difokuskan pada tahap akhir penanganan sebelum ikan dikubur di lokasi pembuangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah sejalan dengan prinsip kesehatan lingkungan dan etika hewan.

"Pasti akan bahasanya mungkin harus dimatiin dulu, gitu," ucapnya.