PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menyiapkan program vokasi Diploma 1 (D1) berbasis kebutuhan daerah. Bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).
“Koordinasi dengan UMPR sudah kami lakukan karena mereka dinilai siap dan telah lebih dulu berkomunikasi dengan Kemdiktisaintek,” ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, Sabtu (18/4/2026$.
Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis peserta, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi potensi unggulan daerah.
“UMPR kami nilai mampu mengembangkan program vokasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Selain pertanian. Pemerintah daerah juga membuka peluang pengembangan program di sektor perkebunan dan pertambangan.
“Gubernur mengarahkan agar ke depan juga ada D1 Perkebunan dan D1 Pertambangan,” katanya.
Konsep pembelajaran dalam program ini mengedepankan praktik langsung yang memiliki nilai ekonomi bagi peserta didik.

“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa mendapatkan penghasilan dari kegiatan praktik selama masa pendidikan,” tegasnya.
Program tersebut akan segera dibuka setelah proses perizinan selesai dengan pendaftaran melalui UMPR.
“Target jangka panjang mencapai 2.000 peserta, namun tahap awal akan dimulai sekitar 300 orang untuk evaluasi,” pungkasnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menyiapkan program vokasi Diploma 1 (D1) berbasis kebutuhan daerah. Bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).
“Koordinasi dengan UMPR sudah kami lakukan karena mereka dinilai siap dan telah lebih dulu berkomunikasi dengan Kemdiktisaintek,” ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, Sabtu (18/4/2026$.
Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis peserta, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi potensi unggulan daerah.

“UMPR kami nilai mampu mengembangkan program vokasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Selain pertanian. Pemerintah daerah juga membuka peluang pengembangan program di sektor perkebunan dan pertambangan.
“Gubernur mengarahkan agar ke depan juga ada D1 Perkebunan dan D1 Pertambangan,” katanya.
Konsep pembelajaran dalam program ini mengedepankan praktik langsung yang memiliki nilai ekonomi bagi peserta didik.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa mendapatkan penghasilan dari kegiatan praktik selama masa pendidikan,” tegasnya.
Program tersebut akan segera dibuka setelah proses perizinan selesai dengan pendaftaran melalui UMPR.
“Target jangka panjang mencapai 2.000 peserta, namun tahap awal akan dimulai sekitar 300 orang untuk evaluasi,” pungkasnya. (adr)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·