Pemuda Asal Tegal Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Kelapa Dua

Sedang Trending 33 menit yang lalu

Seorang pemuda berinisial AP (23) ditemukan tewas setelah terjatuh dan tenggelam di saluran irigasi Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (5/5/2026). Korban yang merupakan warga asal Tegal, Jawa Tengah tersebut, diduga sedang dalam pengaruh minuman keras saat insiden terjadi pada dini hari.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang, Pos Damkar Kelapa Dua, dan Basarnas Jakarta sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak berwenang menerima laporan awal mengenai kecelakaan air tersebut pada pukul 04.30 WIB dan langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

"Pukul 04.30 WIB, BPBD Kabupaten Tangerang yang menerima laporan langsung bergerak menuju Lokasi dan melakukan pencarian, namun hingga menjelang siang korban belum ditemukan," tulis BPBD Kabupaten Tangerang.

Upaya pencarian oleh petugas gabungan akhirnya membuahkan hasil pada siang hari di titik penyisiran. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

"Petugas berhasil menemukan korban pukul 13.15 WIB dalam keadaan meninggal. Korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian," jelas BPBD Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui sempat mengonsumsi minuman keras bersama rekannya sekitar pukul 00.00 WIB pada Selasa (5/5/2026) dini hari. Sebelum insiden, korban berpamitan untuk membeli makanan.

"Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 00.00 WIB bahwa korban AP ini sedang dalam keadaan mabuk minuman keras bersama rekannya," tulis BPBD.

Rekan korban berinisial PA sempat menyusul dan melihat AP sudah berada di area perairan dalam kondisi tenggelam. Karena tidak memiliki kemampuan berenang, PA segera meminta bantuan kepada keluarga korban.

"Tepat di sungai/kali Perumahan Arcadia Gading Serpong, dekat Danau Kelapa Dua, terlihat korban berada di tengah sungai (tenggelam)," ujar BPBD Kabupaten Tangerang.

Pihak keluarga yang melakukan pencarian mandiri tidak membuahkan hasil hingga akhirnya melapor ke kepolisian. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke petugas penyelamat untuk tindakan evakuasi.