Tokyo (ANTARA) - Data pemerintah menunjukkan pada hari Senin bahwa penampakan beruang hitam Asia di seluruh Jepang mencapai 50.776 pada tahun fiskal 2025, level tertinggi sejak data yang sebanding tersedia pada tahun fiskal 2009.
Lonjakan penampakan beruang ini sebagian disebabkan oleh hasil panen sumber makanan yang buruk, termasuk biji ek (acorn).
Berdasarkan prefektur, Akita di Jepang timur laut mencatatkan penampakan beruang hitam Asia terbanyak, yakni 13.592 kasus, disusul oleh prefektur tetangga, Iwate, di urutan kedua sebanyak 9.739 kasus.
Total beruang yang ditangkap di seluruh negara itu, termasuk beruang coklat, juga mencetak rekor baru sebanyak 14.720 ekor, dengan Prefektur Akita menempati posisi teratas sebanyak 2.690 ekor.
Serangan beruang di seluruh Jepang menyebabkan 238 korban pada tahun fiskal 2025, termasuk 13 korban tewas, ungkap data awal yang dirilis sebelumnya oleh kementerian tersebut.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·