Pendapatan Daerah 2027 Diproyeksi Turun, Bapperida Kalteng Minta Penyesuaian Program

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Proyeksi pendapatan daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2027 mengalami penyesuaian dan menjadi perhatian dalam rapat asistensi penyusunan Rancangan Akhir RKPD yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng di Aula Bapperida Kalteng, Senin (27/4/2026).

Plt Kepala Bapperida Kalteng, Syahfiri, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, terjadi penurunan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga perlu pembahasan lebih lanjut bersama tim terkait.

“Penurunan PAD ini menjadi bahan evaluasi bersama agar perencanaan program dan kegiatan tetap realistis dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dari sisi belanja daerah, masih terdapat kekurangan input yang perlu disesuaikan, terutama setelah angka pendapatan daerah ditetapkan secara final.

Selain itu, Bapperida juga menyoroti pentingnya kelengkapan data dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Seluruh perangkat daerah diminta memastikan program, kegiatan, dan sub kegiatan telah terinput secara lengkap, termasuk capaian target kinerja.

Dalam rapat tersebut juga ditemukan ketidaksesuaian antara hasil Rakortekbang 2026 dengan input Renja perangkat daerah, khususnya pada sejumlah urusan seperti pekerjaan umum, perumahan, sosial, tenaga kerja, hingga kelautan dan energi.

“Perangkat daerah diminta memberikan penjelasan atas kendala yang dihadapi agar bisa segera diselaraskan,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Bapperida juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Program Strategis Nasional serta percepatan verifikasi usulan aspirasi dan pokok pikiran DPRD sebelum tahap reviu oleh APIP.

Dengan langkah tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan daerah Tahun 2027 dapat lebih efektif, akuntabel, dan selaras dengan kondisi fiskal daerah.(mmckalteng)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Proyeksi pendapatan daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2027 mengalami penyesuaian dan menjadi perhatian dalam rapat asistensi penyusunan Rancangan Akhir RKPD yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng di Aula Bapperida Kalteng, Senin (27/4/2026).

Plt Kepala Bapperida Kalteng, Syahfiri, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, terjadi penurunan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga perlu pembahasan lebih lanjut bersama tim terkait.

“Penurunan PAD ini menjadi bahan evaluasi bersama agar perencanaan program dan kegiatan tetap realistis dan tepat sasaran,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Dari sisi belanja daerah, masih terdapat kekurangan input yang perlu disesuaikan, terutama setelah angka pendapatan daerah ditetapkan secara final.

Selain itu, Bapperida juga menyoroti pentingnya kelengkapan data dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Seluruh perangkat daerah diminta memastikan program, kegiatan, dan sub kegiatan telah terinput secara lengkap, termasuk capaian target kinerja.

Dalam rapat tersebut juga ditemukan ketidaksesuaian antara hasil Rakortekbang 2026 dengan input Renja perangkat daerah, khususnya pada sejumlah urusan seperti pekerjaan umum, perumahan, sosial, tenaga kerja, hingga kelautan dan energi.

“Perangkat daerah diminta memberikan penjelasan atas kendala yang dihadapi agar bisa segera diselaraskan,” tegasnya.

Bapperida juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Program Strategis Nasional serta percepatan verifikasi usulan aspirasi dan pokok pikiran DPRD sebelum tahap reviu oleh APIP.

Dengan langkah tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan daerah Tahun 2027 dapat lebih efektif, akuntabel, dan selaras dengan kondisi fiskal daerah.(mmckalteng)