Pendinginan kebakaran di pergudangan Miami Jakbar diwarnai letupan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat (Jakbar) Syaiful Kahfi mengatakan proses pendinginan kebakaran di pergudangan Miami, Kalideres, masih diwarnai letupan-letupan hingga Selasa siang.

"Dari semalam juga masih ada letupan. Tapi enggak seseram semalam. Kalau sekarang, sih, kecil-kecil gitu. Kalau semalam tuh memang gede ledakannya," ujar Syaiful saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Dia menduga letupan tersebut berasal dari tabung-tabung freon atau kaleng gas yang tersimpan di dalam gudang.

"Dugaannya begitu, ledakan itu dari kaleng-kaleng freon sama yang ada gasnya itu," ujar Syaiful.

Selain letupan, dia menyebutkan proses pendinginan itu juga terkendala bara api material serta gas beracun.

Menurut Syaiful, bara itu berasal dari barang-barang di dalam gudang yang menumpuk sehingga menyimpan panas pada bagian bawahnya.

"Kendalanya itu, tumpukannya banyak, kan itu tingginya barang itu hampir kurang lebih dua meteran. Jadi, panas di dalam tuh masih ada. Kalau kita mau ini (padamkan total), kan dia harus diurai, diangkat, baru disemprot," tutur Syaiful.

Baca juga: Asap kebakaran Jakbar berpotensi racun, Damkar turunkan robot pemadam

Petugas pun harus terus membanjiri area tersebut dengan air agar bara api di bawah tumpukan itu benar-benar mati dan tidak kembali memicu asap atau kobaran api baru jika ditinggalkan.

Selain kendala tumpukan material, petugas juga dihadapkan pada kepulan asap yang diduga mengandung bahan kimia beracun.

"Namanya gas pasti beracun kan. Kita enggak ada alat (deteksinya) itu. Jadi, ya, memang asapnya baunya beda. Jadi, kita pakai breathing apparatus, alat bantu pernapasan," kata Syaiful.

Akibat pekatnya asap di lokasi, kata dia, satu orang personel pemadam kebakaran dilaporkan sempat mengalami sesak napas saat berusaha menjinakkan api.

"Aman, sih, kalau petugas. Cuma satu (orang) sempat sesak napas karena terlalu banyak menghirup gas. Sempat dibawa ke RSUD, dikasih oksigen saja terus pulang," ungkap Syaiful.

Meski telah 16 jam berlalu sejak kebakaran itu terjadi, dia mengaku belum dapat memprediksi waktu pendinginan itu selesai.

"Saya enggak bisa prediksi kalau pendinginan, agak sulit, karena yang di dalam kan harus dibasahin. Begitu kita tinggal, nanti (khawatir) manggil lagi karena ketumpuk puing bangunan bara api nya masih ada," imbuh Syaiful.

Baca juga: Pendinginan kebakaran di Kalideres terkendala bara dan gas beracun

Baca juga: Kebakaran gudang di Jakbar diwarnai ledakan beruntun, ini penyebabnya

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.