Penjelasan Mensos soal Pembangunan SR di Temanggung dan Wonosobo Terhambat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri peringatan satu tahun program Sekolah Rakyat di Gedung Heritage Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penyebab terhambatnya pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan SR melibatkan berbagai tahapan dan lintas kementerian, termasuk peran pemerintah daerah dalam penyediaan lahan.

"Jadi sekali lagi saya ulang bahwa pembangunan Sekolah Rakyat itu dilakukan oleh kementerian pekerjaan umum, pengusulannya dari kami setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Di mana kita tahu lahannya disediakan oleh pemerintah daerah ya, kemudian baru dilakukan asesmen oleh kementerian PU agar memenuhi semua syarat-syarat yang telah ditetapkan," ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dimulai, mulai dari analisis dampak lingkungan hingga kondisi tanah.

"Jadi ada syarat-syaratnya itu, mulai dari Amdal, kontur tanah, banyak sekali gitu ya. Salah satunya kalau sudah clear and clean tanahnya baru eh kementerian PU melakukan pembangunan," katanya.

Menurutnya, sejumlah lokasi telah dinyatakan layak dibangun setelah melalui proses verifikasi ketat oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan pendampingan dari Kementerian Sosial.

"Nah tanah-tanah yang sudah clear and clean dengan satu apa ya penelitian yang ketat dan cermat oleh kementerian PU dan kami mendampingi, ditetapkanlah sejumlah titik yang memang benar-benar bisa dimulai pembangunannya," jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di beberapa titik, terutama terkait persoalan sosial di lapangan.

"Nah ada beberapa titik tadi disebut Wonosobo dan Temanggung, dari sisi tanah sudah clear and clean tetapi khusus di Temanggung tanahnya masih ada sedikit masalah dengan masyarakat setempat," ungkap Gus Ipul.

Ia menambahkan, belum tercapainya kesepakatan antara pemerintah daerah dan warga setempat menjadi penyebab utama terhambatnya pembangunan di Temanggung.

"Ya dengan masyarakat setempat yang belum bisa ada titik temu dengan Pak Bupati sehingga pembangunannya terhambat sampai sekarang," ucap Gus Ipul.

Sementara itu, untuk wilayah Wonosobo, pembangunan sudah mulai berjalan meskipun masih terdapat sebagian lahan yang bermasalah.

"Sementara Wonosobo itu bisa dibangun sebagian tapi sebagian lagi masih bermasalah yang insyaAllah dalam beberapa waktu ke depan saya dapat informasi bisa diselesaikan," katanya.

Ia menegaskan bahwa proyek di Wonosobo tetap berjalan, berbeda dengan Temanggung yang hingga kini belum dapat dimulai sama sekali.

"Tetapi pembangunannya sudah mulai berjalan kalau yang di Wonosobo. Tapi khusus di Temanggung sama sekali belum bisa berjalan karena masih ada permasalahan dengan warga setempat," lanjutnya.

Gus Ipul berharap pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut melalui dialog dengan masyarakat.

"Tentu ini kami akan menunggu Pak Bupati bagaimana bisa musyawarah dengan baik dengan warga yang kebetulan eh berada di lahan yang telah dinyatakan clear and clean tersebut. Itu yang pertama," pungkasnya.