Pentagon Rilis 160 Dokumen Rahasia Fenomena UFO dan Alien

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Departemen Perang Amerika Serikat atau Pentagon mempublikasikan lebih dari 160 dokumen yang sebelumnya berstatus rahasia guna meningkatkan transparansi mengenai fenomena UFO dan kehidupan ekstraterestrial. Langkah ini diambil di tengah skeptisisme para ahli yang menduga pemerintah masih menyimpan informasi krusial, dilansir dari Detik iNET.

Direktur Keamanan Nasional, Tulsi Gabbard, menegaskan bahwa perilisan arsip tersebut bertujuan memberikan keterbukaan maksimal kepada masyarakat. Namun, kebijakan ini mendapat tanggapan dingin dari Dennis Anderson, penyelidik fenomena objek terbang misterius yang telah berkecimpung selama lebih dari enam dekade.

"Pemerintah tidak akan pernah mengungkap bahwa kita sedang berhadapan dengan fenomena tak dikenal yang tidak bisa kita kendalikan atau hadapi untuk membela diri. Beberapa peneliti UAP (Fenomena Anomali Tak Dikenal) berpikir publik bisa menerimanya, tapi saya tidak" kata Anderson.

Mantan anggota Center for UFO Studies tersebut menilai janji transparansi total sulit terwujud karena kompleksitas fenomena yang ada. Ia menekankan adanya faktor ketidakmampuan pertahanan dalam menghadapi objek-objek tersebut sebagai alasan utama kerahasiaan tetap terjaga.

"Ini hanyalah satu dari beberapa alasan mengapa saya tidak percaya pengungkapan penuh akan terjadi," tambah Anderson.

Peneliti ini sebelumnya dikenal karena mendalami kasus "Cahaya Arthur Kills" tahun 2001 yang melibatkan penampakan belasan objek oval oranye di perbatasan New Jersey dan Staten Island. Anderson meyakini otoritas sebenarnya memahami identitas fenomena tersebut, namun memilih untuk menutupinya.

"Jadi apa pun benda ini, apa pun fenomena ini, ia selalu selangkah atau dua langkah di depan," cetus Anderson.

Pemerintah Amerika Serikat berencana merilis dokumen tambahan secara bertahap di masa mendatang. Anderson menengarai pola perilisan yang lambat dan tidak jelas merupakan taktik sistematis agar perhatian publik perlahan memudar terhadap isu ekstraterestrial.

"Dan jika pun mereka melakukannya, itu hanyalah gambar buram lainnya dan sejenisnya. Orang-orang akan cepat bosan dan tidak akan peduli lagi. Mereka mencoba menutupi sebanyak yang mereka bisa dan tetap membuatnya terdengar seolah-olah mereka tertarik memberi Anda informasi padahal sebenarnya tidak. Itu semua akal-akalan belaka," klaim Anderson.

Ia berargumen bahwa tumpukan data yang dipublikasikan saat ini merupakan bagian yang paling tidak berisiko bagi stabilitas informasi pemerintah. Hal tersebut dipandang sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari kebenaran yang lebih besar mengenai kekuatan asing di luar bumi.

"Mereka ingin Anda berpikir bahwa mereka akan memberi Anda informasi, tapi informasi yang akan mereka berikan sebenarnya tidak akan membantu Anda sama sekali, karena itu sangat kabur atau bahkan apa yang mereka anggap benar pun mungkin saja tidak benar," ujar Anderson.