Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menjadikan penurunan stunting prioritas utama pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2027.
Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi di Kupang, Kamis, Gubernur menjelaskan ada lima prioritas pembangunan pada 2027, di antaranya peningkatan kualitas layanan dasar dan penguatan sumber daya manusia melalui percepatan penurunan stunting, peningkatan layanan kesehatan, mutu pendidikan, penguatan pendidikan vokasi, perlindungan sosial, dan pengentasan kemiskinan.
“Kita terus berupaya menurunkan angka stunting dengan target prevalensi pada tahun 2027 berada di kisaran 30,70 persen dari capaian 2024 sebesar 37 persen berdasarkan SSGI. Ini hanya bisa dicapai melalui sinergi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat,” katanya.
Prioritas kedua, yakni peningkatan produktivitas dan transformasi ekonomi berbasis potensi unggulan daerah. Pemerintah Provinsi NTT akan mendorong hilirisasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan pariwisata, serta memperkuat UMKM, koperasi, BUMDes dan ekonomi kreatif.
Menurut Melki, pengembangan ekonomi daerah juga diperkuat melalui program OVOP (One Village One Product), OCOP (One Community One Product), dan OSOP (One School One Product).
“Kita ingin produk-produk unggulan daerah tidak berhenti pada produksi bahan mentah saja, tetapi diolah, dipasarkan, dan memiliki nilai tambah. Karena itu kita perkuat pemasaran melalui NTT Mart di 22 kabupaten/kota dan marketplace berbasis digital,” ujarnya.
Prioritas ketiga, peningkatan konektivitas dan pemerataan infrastruktur dasar. Sebagai daerah kepulauan, konektivitas dinilai menjadi kunci pembangunan NTT.
Pemerintah akan fokus pada penguatan transportasi dan logistik antarwilayah, penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, perumahan, serta pengembangan kawasan strategis dan wilayah perbatasan.
Prioritas keempat ialah penguatan ketahanan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai perubahan iklim, krisis air, dan ancaman bencana menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius.
Karena itu, pembangunan diarahkan pada penguatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah dan limbah berkelanjutan, ketahanan pangan dan air, serta peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana.
Sementara prioritas kelima adalah penguatan tata kelola pemerintahan dan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan daerah, penguatan pengelolaan aset, percepatan digitalisasi pemerintahan, dan integrasi data pembangunan.
“Kita ingin setiap kebijakan dan program dilaksanakan secara tepat sasaran, efisien, dan akuntabel,” tegasnya.
Gubernur Melki optimistis implementasi berbagai prioritas pembangunan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTT menjadi lebih kuat, inklusif dan berkualitas.
Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi NTT pada 2027 diharapkan meningkat di atas capaian tahun 2025 sebesar 5,14 persen dengan sektor konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, serta akomodasi dan makanan-minuman menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka berada pada kisaran 2,30 hingga 2,89 persen serta menekan angka kemiskinan lebih rendah dari capaian tahun 2025 sebesar 17,5 persen.
Menurut Melki, Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyatukan aspirasi pembangunan dari tingkat desa hingga provinsi agar selaras dengan agenda pembangunan nasional.
“Musrenbang ini harus mampu menghasilkan program yang inovatif, terukur, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·