Penyebab Emiten Pengelola KFC Rugi Rp 369 Miliar pada 2025

Sedang Trending 2 jam yang lalu

EMITEN pengelola KFC di Tanah Air, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), membukukan rugi konsolidasian sebesar Rp 369,2 miliar pada 2025. Perusahaan mencatat jumlah liabilitas jangka pendek konsolidasian sebesar Rp 1,99 triliun. Angka tersebut melebihi jumlah aset lancar konsolidasian sebesar Rp 667 miliar.

“Manajemen terus secara aktif mengelola likuiditas Grup dan tetap yakin atas kemampuan Grup untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo,” tulis manajmen FAST dalam laporan keuangan yang diterbitkan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin, 20 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut perusahaan, kerugian dipengaruhi oleh tantangan makroekonomi sebagai imbas dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta daya beli konsumen yang melemah.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, perusahaan menyatakan telah secara proaktif melaksanakan berbagai inisiatif strategis. Salah satunya adalah memperkuat kinerja bisnis inti dan daya saing pasar dengan memanfaatkan brand equity, optimalisasi product mix melalui peningkatan menu inti, serta menerapkan strategi harga dan bundling yang disiplin untuk meningkatkan nilai transaksi rata-rata dan marjin.

Perusahaan juga memperkuat disiplin pengendalian biaya dengan melakukan efisiensi pada promosi, kemasan, pengelolaan pemasok, serta mengurangi ketergantungan terhadap penjualan yang didorong oleh program diskon. Selain itu, emiten berkode saham FAST itu juga memperkuat pengelolaan likuiditas dengan memprioritaskan arus kas keluar untuk kebutuhan operasional yang penting.

Dalam keterangannya, manajemen FAST menyadari kondisi yang dihadapi saat ini sangat menantang. “Manajemen telah mengevaluasi faktor-faktor terkait kondisi Grup pada saat ini dan tetap yakin bahwa Grup memiliki kemampuan untuk melanjutkan operasinya serta memenuhi kewajibannya dalam kegiatan usaha normal,” kata manajemen.