Penyelenggara Haji Khusus Perkuat Layanan Kesehatan dan Mental Jemaah

Sedang Trending 28 menit yang lalu

Sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus memberangkatkan rombongan jemaah menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (15/5/2026) dengan memperketat pendampingan medis. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi risiko kesehatan akibat cuaca panas ekstrem dan aktivitas fisik tinggi bagi jemaah, khususnya kalangan lanjut usia.

Direktur Utama PT Asia Utama Wisata (Asiatour), Nurbethi Lubis, menyatakan bahwa pihaknya memberangkatkan dua bus rombongan sebagai bagian dari penyerapan kuota nasional sebanyak 221.000 jemaah. Dari total tersebut, porsi untuk haji khusus ditetapkan pemerintah sebanyak 17.680 orang.

"Di tengah terbatasnya kuota Haji Khusus nasional yang hanya berjumlah 17.680 orang, keberangkatan dua bus rombongan Asiatour ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat dan kontribusi nyata kami dalam menyukseskan penyelenggaraan haji di tanah air," ungkap Nurbethi Lubis, Pimpinan PT Asia Utama Wisata.

Asiatour menyertakan dokter spesialis paru dan pembimbing ibadah secara langsung dalam rombongan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi jemaah selama di Arab Saudi.

"Pelibatan dokter spesialis paru dalam rombongan ini bertujuan untuk mengantisipasi tantangan kesehatan di Tanah Suci, terutama terkait kondisi fisik dan cuaca bagi jemaah lansia," imbuh Nurbethi Lubis, Pimpinan PT Asia Utama Wisata.

Pihak manajemen menekankan komitmennya dalam memberikan pelayanan profesional mengingat status perusahaan sebagai salah satu dari tujuh pemegang sistem resmi yang diamanahkan Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (Asphirasi).

"Kami bersyukur dapat kembali mengemban amanah memberangkatkan rombongan jemaah haji khusus tahun ini. Asiatour berkomitmen menghadirkan pelayanan yang amanah dan profesional, mulai dari persiapan di Tanah Air hingga kepulangan nanti," tutup Nurbethi Lubis, Pimpinan PT Asia Utama Wisata.

Sementara itu, ESQ Tours juga telah memberangkatkan kloter perdana sebanyak 140 jemaah yang terbang menggunakan maskapai Saudia Airlines SV 819. Direktur ESQ Tours, Muhammad Solihin, mengonfirmasi kesiapan tim medis lengkap yang terdiri dari dokter spesialis jantung, bedah, kandungan, hingga anestesi.

"Alhamdulillah, semua jemaah yang dijadwalkan berangkat hari ini dalam keadaan sehat, tidak ada yang tertinggal satu pun, dan Insya Allah kami akan bersama-sama menuju Baitullah," ujar Muhammad Solihin, Direktur ESQ Tours.

Tim medis tersebut disiapkan untuk memastikan kondisi fisik para Tamu Allah tetap prima selama menjalankan rukun Islam kelima.

"Insya Allah Amirul Hajj kami, Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian dan Pembimbing Ibadah kami, K.H Cholil Nafis akan turut membersamai pada puncak haji," tandas Muhammad Solihin, Direktur ESQ Tours.

Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada jemaah atas kepercayaan mereka dalam memilih layanan haji khusus tahun ini.

"Tentu kami merasa terhormat atas kepercayaan Bapak-Ibu. Dan kami memastikan siap mempersembahkan perlayanan terbaik bagi Bapak-Ibu agar bisa menjalankan ibadah Rukun Islam terakhir ini dengan nyaman dan khusyuk, sehingga harapan meraih haji mabrur bisa kita peroleh," pungkas Luki Alamsyah, Direktur Utama ESQ Tours.

Sebelum berangkat, jemaah ESQ Tours juga dibekali program pemetaan potensi diri melalui metode Talent DNA untuk memantapkan kesiapan mental. Pelatih spesialis Talent DNA, Coach Zaki, menjelaskan bahwa program ini bertujuan agar jemaah mengenal fitrah perilakunya sebelum fase Wukuf.

"Talent DNA membantu kita 'Arafah' yakni mengenal diri. Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Dimensi pertama dalam haji adalah kenal dulu siapa kita, pola perilaku kita, dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain," ungkap Coach Zaki, Pelatih spesialis Talent DNA ESQ Tours.

Jurnalis Metro TV, Rina Rahmadani, turut mencoba fasilitas tersebut dan menemukan hasil berupa dorongan belajar dan kesetaraan dalam karakternya.

"Saya merasa seperti 'dibuka' ya, jadi lebih kenal diri sendiri. Ternyata dorongan saya adalah belajar dan kesetaraan," ujar Rina Rahmadani, Jurnalis Metro TV.

Dari sisi bimbingan ibadah di Makkah, KH. Dr. Abdul Adzim Irsad mengingatkan jemaah untuk memperbanyak tawaf dan shalat sunnah sebagai kunci kemabruran, sembari mengutip hadis tentang kemuliaan tawaf yang setara dengan memerdekakan budak.

"Tawaf itu ibarat shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya. Barang siapa yang berbicara, hendaklah hanya berbicara yang baik," ujar KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.

Beliau menambahkan bahwa setiap langkah kaki di sekitar Kakbah akan menghapus dosa dan mencatat kebaikan bagi jemaah.

"Semakin banyak langkah kaki mengelilingi rumah suci, akan semakin besar pahala dan semakin banyak dosa yang terhapus," katanya KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.

Ulama tersebut juga menekankan bahwa shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan luar biasa karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT.

"Jika tawaf boleh berbicara, maka shalat tidak boleh. Jika berbicara dalam shalat, maka shalatnya batal," jelas KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.

Jemaah disarankan untuk tetap menjaga keseimbangan antara semangat beribadah sunnah dengan penjagaan kondisi fisik.

"Tidak aneh jika ada jamaah yang umrah berkali-kali selama di Makkah. Karena satu sujud saja lebih baik dari dunia dan isinya," ujarnya KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.

Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya menjaga thuma'ninah dalam setiap gerakan shalat sebagai jaminan kebahagiaan di akhirat.

"Barangsiapa menjaga shalat lima waktu dengan rukuk, sujud, dan thuma’ninah pada waktunya, dan ia yakin ini perintah Allah, maka ia akan masuk surga," jelas KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.