Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Menteri Senior pada Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam, Al-Muhtadee Billah, sepakat mempererat hubungan kedua negara.
"Kerja sama China-Brunei tidak hanya membawa manfaat nyata bagi rakyat kedua negara, tetapi juga menjadi teladan bagi negara besar dan kecil untuk saling memperlakukan secara setara serta bekerja sama demi keuntungan bersama," kata Presiden Xi di Balai Besar Rakyat China, Beijing pada Selasa.
China dan Brunei, menurut Presiden adalah tetangga dekat, dan Jalur Sutra Maritim telah menghubungkan kedua negara secara erat.
"Tahun lalu, saya dan Sultan Hassanal Bolkiah mencapai konsensus penting mengenai pembangunan komunitas China-Brunei dengan masa depan bersama, yang membuka babak baru dalam hubungan bilateral," ungkap Presiden Xi.
Sedangkan tahun ini menandai 35 tahun hubungan diplomatik China-Brunei.
"Menghadapi situasi internasional yang dipenuhi perubahan dan gejolak, kedua negara perlu menjadikan pembangunan komunitas China-Brunei dengan masa depan bersama sebagai panduan, memperkuat komunikasi strategis, memperdalam kerja sama praktis, serta memberikan lebih banyak energi positif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan," tambah Presiden Xi.
Presiden Xi Jinping juga menekankan bahwa tahun ini merupakan tahun awal pelaksanaan "Rencana Lima Tahun ke-15" China, sementara Brunei sedang bergerak maju menuju "Wawasan 2035".
"Kedua negara perlu menjadikan hal ini sebagai titik temu untuk mendorong kerja sama China-Brunei naik ke tingkat yang baru," ungkap Presiden Xi.
Presiden Xi pun menyampaikan empat langkah yang dapat dilakukan kedua negara agar mempererat hubungan.
"Pertama, perlu menjadi mitra strategis dengan tingkat saling percaya yang tinggi, terus saling mendukung dengan teguh, serta mendorong secara terpadu pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang," kata Presiden Xi.
Kedua, kedua pihak perlu menjadi mitra pembangunan yang saling menguntungkan, memajukan proyek-proyek kerja sama unggulan berskala besar, serta memperluas kerja sama di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital.
"Ketiga, kedua pihak perlu menjadi mitra peradaban yang saling memahami dan saling dekat, bersama-sama melaksanakan Inisiatif Peradaban Global, mempererat pertukaran antarmasyarakat dan budaya, serta menciptakan titik terang baru dalam hubungan antarrakyat," ungkap Presiden Xi.
Keempat, kedua negara perlu menjadi mitra kerja sama dalam tata kelola global, bersama negara-negara ASEAN mendorong pembangunan komunitas China-ASEAN dengan masa depan bersama yang lebih erat, serta membangun kawasan ini menjadi dataran tinggi percontohan bagi perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran di tengah perubahan besar dunia yang belum pernah terjadi dalam satu abad.
Sedangkan Pangeran Billah menyampaikan salam tulus Sultan Hassanal Bolkiah kepada Presiden Xi Jinping.
"Sultan Hassanal Bolkiah menyampaikan salam hangat dan menunggu untuk bertemu Presiden Xi dalam KTT APEC 2026 di Shenzhen," kata Pangeran Al-Muhtadee Billah.
Billah menyatakan bahwa China adalah sahabat lama Brunei, dan rakyat kedua negara memiliki persahabatan yang mendalam.
Menteri Senior pada Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam, Al-Muhtadee Billah di Balai Besar Rakyat China, Beijing pada Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)"Brunei dengan teguh menjalankan kebijakan 'Satu China' dan bersedia bersama China mendorong visi pembangunan komunitas dengan masa depan bersama yang telah ditetapkan oleh kepala negara kedua negara, memperdalam hubungan kemitraan strategis, mempertahankan hubungan tingkat tinggi yang erat, serta memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi demi memberi manfaat bagi rakyat kedua pihak," tambah Pangeran Billah.
Ia percaya China akan dapat melaksanakan cetak biru baru "Rencana Lima Tahun ke-15" dan mencapai perkembangan yang lebih besar.
"China telah memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian dan stabilitas dunia, serta menjaga multilateralisme dan tatanan internasional. Kami mengapresiasi konsep pembangunan komunitas umat manusia dengan masa depan bersama dan Inisiatif Tata Kelola Global yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping," ungkap Pangeran Billah.
Kemitraan strategis komprehensif ASEAN-China, ungkap Pangeran Billah, telah membawa manfaat bagi kawasan.
"Brunei menantikan kerja sama erat dengan pihak China untuk memperdalam kerja sama ASEAN dan China, serta menjaga kemakmuran dan stabilitas kawasan," ungkap dia.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Menteri Perdagangan China Wang Wentao, Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) Zheng Shanjie dan pejabat terkait lain.
China adalah salah satu mitra dagang terbesar Brunei, China juga turut andil dalam proyek-proyek besar di Brunei seperti kompleks petrokimia Hengyi. Pada 2023, kedua negara sepakat untuk membangun komunitas China-Brunei dengan masa depan bersama.
Baca juga: Dua pemimpin negara ASEAN bertemu dengan Presiden China Xi Jinping
Baca juga: Pesawat C909 buatan China lakukan pendaratan perdana di Brunei
Baca juga: Xi: China, Brunei harus bersama jaga perdamaian dan stabilitas di LCS
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·