Pertamina Hulu Mahakam Tingkatkan Produksi Gas Melalui Platform WPN&7

Sedang Trending 2 hari yang lalu

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menambah pasokan gas bumi sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Wilayah Kerja Mahakam pada Kamis (16/4/2026). Peningkatan produksi ini berasal dari operasional Platform WPN-7 di lapangan lepas pantai Sisi Nubi, Kalimantan Timur.

Pengoperasian Platform WPN-7 mencakup dua sumur utama, yakni NB-701 yang mulai beroperasi sejak 25 Maret 2026 dengan kapasitas 9,8 MMSCFD. Selanjutnya, sumur NB-702 menyusul pada 26 Maret 2026 dengan kontribusi produksi mencapai 12,5 MMSCFD.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menjelaskan bahwa penambahan ini merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi nasional.

"Pertamina secara konsisten mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi," ujar Baron.

Pencapaian di WPN-7 menjadikan infrastruktur tersebut sebagai platform ketiga yang aktif dari total enam platform yang direncanakan dalam Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 (SNB AOI 1-3-5). Pertamina akan melakukan pemantauan ketat untuk memastikan target produksi tetap stabil dan berkelanjutan.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di tengah tekanan global, Pertamina tetap fokus menjalankan perannya sebagai penggerak utama ketahanan energi nasional. Kami akan terus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat," kata Baron.

Sebelum pengoperasian WPN-7, Pertamina telah mengaktifkan Platform WPS-4 pada 4 Desember 2025 dan Platform WPS-5 pada 23 Februari 2026. Berdasarkan laporan Liputan6.com dan Kosadata, rangkaian pengembangan di Blok Mahakam ini menunjukkan progres operasional yang berjalan tepat waktu meskipun menghadapi tantangan rantai pasok global.