Pertamina International Shipping Siapkan Dua Kapal Lintasi Selat Hormuz

Sedang Trending 2 jam yang lalu

PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi kesiapan operasional dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) setelah pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Langkah ini diambil menyusul pernyataan otoritas Iran yang mengizinkan kembali lalu lintas komersial di kawasan Teluk Persia.

Dua armada yang dijadwalkan melanjutkan pelayaran adalah VLCC Pertamina Pride yang membawa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan nasional dan kapal Gamsunoro yang mengangkut kargo konsumen pihak ketiga. Dilansir dari Money, kedua kapal tersebut sebelumnya sempat tertahan di wilayah Teluk Persia sebelum jalur dinyatakan aman untuk dilalui.

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang melakukan pengawasan ketat serta menyusun rencana pelayaran yang komprehensif. Upaya ini bertujuan menjamin aspek keamanan selama kapal berada di jalur tersebut.

"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontingensi," ujarnya Vega Pita, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping.

Manajemen PIS juga melakukan koordinasi lintas sektoral dengan Kementerian Luar Negeri guna mendukung jalur komunikasi diplomatik. Selain itu, komunikasi intensif dijalin dengan pihak asuransi, pengelola kapal, pemilik kargo, hingga otoritas pelabuhan setempat terkait perizinan operasional.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya," kata Vega Pita, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping.

Keputusan pembukaan Selat Hormuz diumumkan oleh pemerintah Iran pada Jumat (17/4/2026) sebagai dampak dari tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa akses terbuka bagi seluruh kapal komersial selama masa gencatan senjata berlangsung.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulis Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.