Pertamina Kerja Sama dengan Halliburton Optimalkan Produksi Migas Hulu

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Pertamina (Persero) memperluas jangkauan kerja sama global demi memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah strategis ini diambil untuk memacu performa di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Dilansir dari Detik Finance, Pertamina mengadakan pertemuan strategis dengan Halliburton di Houston, Amerika Serikat, untuk menyelaraskan penerapan teknologi. Kolaborasi tersebut difokuskan pada optimalisasi operasional di lini hulu migas.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati pada Februari 2026. Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan langkah implementasi yang lebih konkret pada sejumlah area prioritas kerja sama.

Terdapat dua poin utama yang menjadi fokus kedua perusahaan saat ini. Pertama adalah peningkatan aspek keekonomian multistage fracturing (MSF), dan kedua terkait percepatan monetisasi sumber daya migas nonkonvensional di Indonesia.

Pertamina berencana mengadopsi pengalaman operasional Halliburton yang telah sukses diterapkan di Amerika Serikat. Teknologi digital dan model eksekusi lapangan yang teruji menjadi elemen penting dalam mengelola reservoir kompleks di tanah air.

Deputy President Director PT Pertamina (Persero) Oki Muraza memberikan penjelasan mengenai arah kolaborasi ini.

"Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja hulu. Melalui kolaborasi dengan pemimpin teknologi global seperti Halliburton, kami menargetkan optimalisasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya non-konvensional di Indonesia," ujar Oki Muraza dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Komitmen Peningkatan Produksi

Senior Vice President of Production Enhancement Halliburton, Eric Holley, memberikan tanggapan positif terkait kemitraan ini. Ia menegaskan kesiapan perusahaannya dalam mendukung target produksi Pertamina.

"Halliburton berkomitmen kuat untuk berkolaborasi dengan Pertamina dalam meningkatkan produksi migas Indonesia. Kami siap menghadirkan kapabilitas terbaik kami di bidang fracturing dan production enhancement untuk mendukung Pertamina dalam memonetisasi Low Quality Reservoirs melalui MSF, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem sumber daya non-konvensional Indonesia secara lebih luas," kata Eric Holley.

Selain area prioritas tersebut, kedua pihak mulai menjajaki penggunaan agentic AI untuk pemodelan reservoir dan interpretasi bawah permukaan. Inisiatif lainnya mencakup pengembangan Unconventional Early Development Concept (EDC) yang menitikberatkan pada desain fracturing.

Kerja sama ini juga akan menyentuh aspek Multilateral Drilling and Completion serta Integrated Asset Management untuk lapangan migas yang sudah matang. Program berbasis digital ini diharapkan mampu menunjang efisiensi operasional secara menyeluruh.

Sinergi terstruktur antara Pertamina dan Halliburton ini diharapkan dapat mempercepat proses alih teknologi bagi tenaga kerja lokal. Hal ini mencakup penguatan kapabilitas di bidang pemboran, penyelesaian sumur, hingga optimasi produksi hulu.