PT Pertamina (Persero) resmi menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 98 atau Pertamax Turbo menjadi Rp 19.400 per liter pada Sabtu, 18 April 2026. Penyesuaian ini mencatatkan lonjakan sebesar Rp 6.300 per liter dibandingkan dengan harga pada bulan sebelumnya.
Data yang dihimpun dari berbagai sumber dan catatan literasi pada Sabtu (18/4) menunjukkan bahwa lonjakan harga ini masih menempatkan nilai jual RON 98 di Indonesia dalam kategori salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Pemerintah dan otoritas terkait dilaporkan tetap mempertahankan harga BBM subsidi di tengah kenaikan produk nonsubsidi tersebut.
Singapura tercatat sebagai negara dengan harga bensin RON 98 tertinggi di kawasan ASEAN. Berdasarkan informasi dari laman resmi Caltex SG, harga bahan bakar dengan oktan tinggi di Singapura tersebut mencapai SG$ 4,11 atau setara dengan Rp 55.464 per liter.
Kondisi harga di negara tetangga lainnya juga menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Thailand mematok bensin RON 98 mulai dari harga 65,3 baht atau sekira Rp 34.845 per liter. Sementara itu, Malaysia menjual varian RON 97 dengan harga 5,15 ringgit atau Rp 22.332 per liter.
Filipina memiliki skema berbeda dengan menyediakan bensin RON 100 sebagai varian tertinggi. Meskipun memiliki angka oktan yang lebih besar, harga jualnya cenderung setara dengan Pertamax Turbo di Indonesia, yakni 67,9 peso atau sekitar Rp 19.492 per liter.
Berikut adalah rincian daftar harga BBM Pertamina terbaru yang berlaku mulai 18 April 2026:
| Pertalite | Rp 10.000 |
| Solar | Rp 6.800 |
| Pertamax | Rp 12.300 |
| Pertamax Green | Rp 12.900 |
| Pertamax Turbo | Rp 19.400 |
| Dexlite | Rp 23.600 |
| Pertamina Dex | Rp 23.900 |
Kenaikan harga yang diumumkan Pertamina ini dilaporkan mengejutkan sejumlah pihak, meskipun secara komparatif harga tersebut masih dinilai masuk akal untuk skala regional Asia Tenggara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·