Pertamina Patra Niaga siapkan 80.000 kl avtur untuk penerbangan haji

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Layanan penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase, yaitu pertama pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase II pada 1 hingga 30 Juni 2026

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan lebih dari 80 ribu kiloliter (kl) avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan pesawat selama periode Haji 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan kesiapan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran mobilitas udara jamaah calon haji Indonesia melalui layanan energi yang andal, terintegrasi dan berkelanjutan.

Layanan penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase, yaitu pertama pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase II pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Pada kedua fase tersebut, lanjut Roberth, Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan operasional dan keandalan pasokan avtur di seluruh titik layanan.

Sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga memegang peran strategis dalam penyediaan energi sektor aviasi nasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan operasional di 14 lokasi embarkasi haji, yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda, Minangkabau, Hang Nadim, Kualanamu, Sultan Mahmud Badaruddin II, Soekarno-Hatta, Kertajati, Adi Soemarmo, Juanda, Lombok International Airport (BIL), Sepinggan, Syamsudin Noor, Hasanuddin, serta Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai embarkasi baru pada 2026.

Roberth juga menyampaikan kesiapan ini didukung sistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Pertamina Patra Niaga pun memastikan keandalan suplai avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari kilang, terminal BBM, aviation fuel terminal hingga layanan into-plane.

"Hal ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu dan sesuai standar layanan," ujar Roberth.

Cakupan layanan tersebut juga memungkinkan distribusi avtur berjalan optimal dari bandara embarkasi utama hingga bandara penyangga logistik.

Ketersediaan stok di seluruh titik layanan dijaga dalam kondisi aman, dengan dukungan manajemen logistik yang adaptif dalam mengantisipasi peningkatan permintaan selama periode puncak haji.

Lebih lanjut, Roberth menyampaikan proyeksi kebutuhan avtur sebanyak 80.000 kl itu meningkat 1,2 persen dibandingkan periode haji sebelumnya dan 5,6 persen di atas rata-rata penyaluran harian normal.

"Peningkatan ini mencerminkan tren kenaikan aktivitas penerbangan haji serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi sektor aviasi," jelasnya.

Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi melalui sistem Digital Ground Operation (DGO).

Sistem ini memungkinkan proses monitoring pengisian hingga validasi transaksi dilakukan secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi, efisiensi, serta traceability dalam distribusi avtur kepada maskapai penyelenggara haji, seperti Garuda Indonesia dan Saudia.

Implementasi ini turut memperkuat penerapan prinsip good corporate governance dan akuntabilitas layanan.

"Langkah ini juga sekaligus menjadi bagian dari peran strategis Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kehadiran negara melalui layanan energi yang andal, serta mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat Indonesia," sebut Roberth.

Baca juga: Pertamina AFT Hang Nadim Batam pastikan stok avtur aman hingga 42 hari

Baca juga: YIA siap layani 26 kloter jamaah calon haji DIY-Jateng

Baca juga: BIJB Kertajati optimalkan layanan dukung pemberangkatan haji 2026

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.