Banjarbaru (ANTARA) - Pertamina menyarankan masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk melakukan reset barcode isi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna mencegah penyalahgunaan.
"Langkah reset ini terutama ketika QR code pernah difoto atau screenshot oleh orang lain," kata Sales Brand Manager (SBM) Kalsel 1 Fuel Pertamina Patra Niaga Wicaksono Ardi Nugraha di Banjarbaru, Selasa.
Reset barcode (QR Code) Subsidi Tepat Pertamina dapat dilakukan melalui situs subsiditepat.mypertamina.id dengan login menggunakan NIK/akun terdaftar, pilih kendaraan, lalu klik tombol "Reset Kode QR".
Wicaksono menyebut reset barcode dapat dilakukan dengan batasan maksimal satu kali per hari.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga perkuat subsidi tepat lewat QR code di Jatim
"Jadi untuk lebih aman sebagai langkah pencegahan lakukan reset saja setiap hari," tegasnya.
Dia mengakui, meski telah dilakukan penerapan barcode isi BBM bersubsidi namun masih saja ada praktik penyalahgunaan seperti pelansiran.
Sebagai upaya menekan praktik curang tersebut, Pertamina juga kerap melakukan pemblokiran terhadap barcode yang terdeteksi mengisi BBM setiap hari di SPBU dengan batas maksimum pengisian.
"Barcode yang disinyalir melanggar aturan ini kami tandai sebagai negatif list," ungkapnya.
Baca juga: BPH Migas sebut penggunaan QR code untuk BBM subsidi cukup efektif
Baca juga: Pertamina Patra Niaga raih Digital Channel Customer Experience Award
Pewarta: Firman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·