Istanbul (ANTARA) - Peter Magyar resmi menjadi Perdana Menteri Hungaria usai diambil sumpah pada Sabtu, menandai berakhirnya era Viktor Orban usai memerintah Hungaria selama 16 tahun.
Magyar membaca sumpah jabatannya di hadapan anggota parlemen setelah Partai Tisza pimpinannya menang besar dalam pemilu legislatif bulan lalu, mengalahkan partai Fidesz yang berhaluan nasionalis-populis pimpinan Orban.
Partai Tisza menguasai dua per tiga dari seluruh 199 kursi di parlemen, sehingga memungkinkannya membatalkan berbagai kebijakan yang ditetapkan Orban sebelumnya.
Magyar memasuki gedung parlemen bersama rekan separtainya yang kini menguasai 141 kursi parlemen. Sementara, jumlah kursi yang dikuasai koalisi Fidesz-KDNP pimpinan Orban ambruk menjadi 52, dengan Partai Mi Hazank (Gerakan Tanah Air Kami) menguasai 6 kursi sisanya.
Presiden Tamas Sulyok sebelumnya meminta Magyar membentuk pemerintahan baru setelah Partai Tisza meraih kemenangan besar dalam pemilu pada April lalu, tulis harian Magyar Nemzet.
Sulyok mengakui bahwa rakyat Hungaria telah "menyatakan kehendak mereka" dan memercayakan Partai Tisza untuk memerintah negara.
Seluruh 199 anggota parlemen dan 11 juru bicara kelompok minoritas menyerahkan kredensial mereka sebelum mengambil sumpah jabatan.
Magyar mengatakan prioritas utama pemerintahan barunya saat ini adalah memerangi korupsi dan memperjuangkan pencairan dana Uni Eropa yang dibekukan karena kekhawatiran korupsi dan tergerusnya supremasi hukum di Hungaria.
"Tugas yang paling penting saat ini adalah menghentikan korupsi dan membawa pulang dana EU," kata Magyar.
Pemerintahannya dipandang juga akan memulihkan hubungan dengan EU setelah ketegangan bertahun-tahun di bawah pemerintahan Viktor Orban.
Dalam sidang parlemen yang sama, anggota legislatif juga memilih ketua parlemen baru, dengan Agnes Forsthoffer, yang diajukan Partai Tizsa, berhasil terpilih.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PM terpilih Hungaria akan fokus pada kerja sama EU, reformasi negara
Baca juga: Pemerintah baru Hungaria tegaskan tak jadi keluar dari ICC
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·