Pimpinan Komisi IX Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk RI, Cegah Hantavirus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ketua Pengarah Partai Golkar M. Yahya Zaini Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Permintaan itu disampaikan menyusul merebaknya kasus Hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius di Argentina.

“Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya Hantavirus ke wilayah Indonesia. Karena penyakit tersebut sangat berbahaya yang sampai menimbulkan kematian,” kata Yahya, Jumat (8/5).

Kasus Hantavirus menjadi perhatian publik setelah wabah muncul di kapal MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia, Argentina menuju Tanjung Verde. Saat ini, kapal tersebut tertahan di perairan Praia, Cape Verde bersama para penumpangnya.

Singapura mengisolasi dan memeriksa dua warganya yang sebelumnya berada di kapal pesiar terkait wabah Hantavirus mematikan. Langkah itu diungkap Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) pada Kamis (7/5).

World Health Organization (WHO) melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia di kapal yang tengah berlayar di Samudra Atlantik itu. Selain itu, terdapat enam orang suspek Hantavirus, dengan satu pasien menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, Yahya meminta pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara.

“Pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia harus dilakukan. Baik di bandara dan pelabuhan, bahkan pelabuhan di jalur-jalur tikus. Ini sebagai langkah pencegahan,” ungkapnya.

Ia juga meminta pemerintah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dan mitigasi di setiap fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi penanganan Hantavirus.

“Harus ada penguatan di semua fasilitas kesehatan. Baik dari infrastruktur, maupun tenaga kesehatan yang harus sudah memahami prosedur penanganan Hantavirus,” jelas Yahya.

Selain itu, Yahya mendorong adanya pemantauan dan skrining ketat bagi warga negara asing maupun WNI yang baru pulang dari luar negeri.

“Lebih baik mencegah daripada menangani, karena kita tidak ingin penyakit ini mewabah di Indonesia,” ujar Yahya.

Ilustrasi Hantavirus. Foto: Nisha Dutta/Shutterstock

“Siapkan juga PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Jika perlu juga di bandara untuk mengecek mereka yang baru datang dari negara-negara suspek Hantavirus atau negara berisiko,” lanjutnya.

Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang menyebar dari hewan pengerat ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Meski tergolong jarang, penularan antarmanusia juga dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Karena itu, Yahya meminta pemerintah memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait Hantavirus serta cara pencegahannya.

“Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi sekali lagi, pencegahan lebih baik. Pemerintah harus masif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit Hantavirus dan bahayanya bagi manusia,” terang Yahya.

“Walaupun penyebaran Hantavirus masih terbatas di dalam kapal pesiar tetapi melakukan pencegahan merupakan langkah yang baik untuk melindungi masyarakat,” sambungnya.

Seseorang berpakaian hazmat (kedua kanan) dikawal menuju ambulans dari pesawat medis yang diduga membawa penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi hantavirus di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda (6/5/2026). Foto: LINA SELG/AFP

Yahya juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Tidak perlu merasa khawatir berlebihan, tapi mari kita terus membudayakan hidup sehat. Sering-sering cuci tangan, terutama setelah beraktivitas, dan gunakan masker apabila sedang dalam kondisi tidak baik,” imbau Yahya.

“Mari kita saling menjaga, demi kesehatan diri bersama keluarga. Dan terus pantau perkembangan informasi dari sumber-sumber tepercaya, serta perhatikan arahan dari Pemerintah,” tutupnya.