PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa ketersediaan energi untuk kebutuhan kelistrikan nasional berada dalam posisi aman hingga April 2026. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Senin (13/4/2026).
Dilansir dari Money, rata-rata Hari Operasi Pembangkit (HOP) batubara nasional saat ini menyentuh level 15,90 hari. Darmawan memberikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas dukungan yang memungkinkan tren peningkatan stok batubara guna memperkuat keandalan pasokan listrik.
"Ini mencerminkan kondisi pasokan batubara yang aman. Untuk itu kami mengapresiasi dukungan dari Kementerian ESDM agar tren HOP batubara terus menunjukkan peningkatan," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Data sebaran HOP batubara menunjukkan variasi di berbagai wilayah Indonesia. Wilayah Jawa, Madura, dan Bali tercatat berada di level 10,31 hari, sementara wilayah Sumatra mencapai 16,23 hari dan Kalimantan mencatat 22,47 hari.
Wilayah Indonesia Timur memiliki cadangan lebih tinggi, dengan Ternate dan Tidore mencapai 27,28 hari. Provinsi Papua mencatatkan tingkat cadangan tertinggi di seluruh Indonesia dengan level 47,95 hari.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menambahkan bahwa kontrak batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap telah ditingkatkan. Volume kontrak naik dari 152 juta ton menjadi 163 juta ton melalui kerja sama dengan penambang besar maupun skala kecil.
Rizal menjelaskan bahwa stabilitas pasokan tetap terjaga berkat kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) di tengah kenaikan harga global. Selain batubara, pasokan gas nasional juga dinyatakan aman dengan rata-rata HOP gas berada di level 12 hari.
PLN saat ini mengandalkan alokasi gas domestik dengan harga yang sudah dipatok oleh pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk menghindari tingginya biaya pembangkitan akibat lonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dollar AS per barel.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·