PLN Pastikan Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik di Sumatra

Sedang Trending 2 jam yang lalu

PT PLN (Persero) menjamin pasokan listrik di wilayah Pulau Sumatra telah kembali normal sepenuhnya sehingga tidak akan ada lagi pemadaman susulan. Kepastian ini menyusul langkah PLN yang sempat kembali mematikan aliran listrik di beberapa area Sumatra pada Ahad sore, 24 Mei 2026, demi mengantisipasi lonjakan beban saat Magrib.

Langkah pemadaman sementara tersebut terpaksa diambil lantaran sejumlah pembangkit listrik belum beroperasi secara penuh, yang memicu terjadinya defisit daya sekitar 200 hingga 300 mV. Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha menegaskan bahwa seluruh infrastruktur pembangkit kini sudah berfungsi optimal.

"Insyaallah pada hari ini pembangkit-pembangkit besar sudah masuk seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatra," ujar Edwin Nugraha, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero).

Proses penormalan jaringan listrik dilakukan secara bertahap mengingat karakteristik durasi pengoperasian setiap jenis pembangkit berbeda-beda. Pembangkit listrik tenaga diesel dan gas langsung beroperasi sekitar tiga hingga lima jam pascamati total akibat kendala ketersediaan sumber daya, sehingga mampu memulihkan 20 hingga 30 persen wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Riau.

Pasokan daya kemudian mengalami peningkatan signifikan setelah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) kembali aktif dalam waktu 10 hingga 15 jam berikutnya. Pengoperasian PLTGU ini berhasil memulihkan aliran listrik bagi 30 sampai 45 persen wilayah Aceh, Medan, serta Riau.

Fase terakhir pemulihan diselesaikan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, dan Sumatra Selatan yang membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 jam setelah insiden blackout. PLN mengklaim tingkat produksi seluruh pembangkit saat ini sudah mencukupi kebutuhan total masyarakat di Pulau Sumatra.

Di sisi lain, investigasi awal terhadap putusnya kabel transmisi di Menara Sutet Desa Tempino, Muara Jambi, menunjukkan tidak adanya unsur sabotase. PLN bersama pihak Kepolisian menduga gangguan sambungan dipicu oleh cuaca ekstrem serta indikasi keretakan kabel akibat suhu panas yang berlebih.

"Nah, ketika kami mengetahui itu lebih panas, ada suhu-suhu tertentu kami bandingkan tentunya dengan suhu udara apakah kenaikannya sekitar 10 derajat atau 15 derajat, ada range-nya. Nah kalau ada yang tinggi biasanya kami akan melakukan pemeliharaan khusus ke tempat-tempat tersebut," kata Edwin Nugraha, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero).

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, manajemen PLN kini telah menerapkan sistem monitoring suhu khusus untuk mencegah insiden serupa terulang kembali di masa mendatang.