PLN rencanakan TMC perkuat sistem kelistrikan Sulbagsel hadapi El Nino

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Para pengelola pembangkit diimbau segera melakukan modifikasi cuaca apabila diperlukan bersinergi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Makassar (ANTARA) - PT PLN merencanakan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai salah satu langkah mitigasi untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel) menghadapi kekeringan panjang atau fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi tahun ini.

Manager Komunikasi dan TJSL (Tanggung Jawab Sosual dan Lingkungan) PLN UID Sulselrabar Ahmad Amirul Syarif menyebut TMC ini dilakukan untuk menjaga elevasi air di waduk-waduk pembangkit strategis sebagai upaya mitigasi menghadapi kekeringan panjang.

"Para pengelola pembangkit diimbau segera melakukan modifikasi cuaca apabila diperlukan bersinergi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," ujarnya di Makassar, Selasa.

PLN juga memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel, di antaranya penempatan pembangkit di Palu berkapasitas 2x50 MW serta pengoperasian pembangkit mobile di Pinrang, Makassar, dan Kolaka dengan total daya 120 MW.

Selain itu, kata Ahmad, PLN juga telah melaksanakan penjadwalan pemeliharaan pembangkit agar dapat beroperasi secara maksimal menghadapi potensi El Nino.

"Pasca tahun 2023 sudah ada penambahan kapasitas pembangkit tersebar di Sistem kelistrikan Sulbagsel dengan total daya 300 Mega Watt," tambah Ahmad.

Langkah tersebut diambil seiring krisis energi yang terjadi pada 2023. Saat itu, kemarau ekstrem memangkas kemampuan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Sulbagsel hingga 75 persen

Dari total kapasitas terpasang sebesar 850 Megawatt (MW), debit air yang menyusut hanya mampu menggerakkan turbin untuk memproduksi sekitar 200 MW, dan berujung pada kebijakan pemadaman bergilir di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Meskipun PLN optimistis pasokan saat ini cukup untuk melayani beban puncak, perseroan tetap meminta peran serta masyarakat dalam menjaga keseimbangan supply-demand.

​Dengan kombinasi penguatan pembangkit cadangan, optimasi EBT, dan manajemen beban di sisi pelanggan, PLN berharap stabilitas kelistrikan di koridor Sulawesi tetap terjaga di tengah ancaman anomali cuaca tahun ini.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak. Termasuk mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan listrik di musim kemarau untuk mencegah bahaya kebakaran.

"Apabila sudah tidak terpakai, mohon colokan listrik dapat dicabut untuk mencegah korsleting listrik," ujarnya.

Baca juga: PLN hentikan sementara proyek PLTA Upper Cisokan usai longsor

Baca juga: PLN UIP Sulawesi terima 129 SHGB perkuat aset

Baca juga: Pemkab Banggai-PLN sosialisasikan pembangunan SUTT 150 kv Ampana-Bunta

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.