Beijing (ANTARA) - Perdana Menteri China Li Qiang bertemu dengan para pemimpin perusahaan asal Amerika Serikat yang mendampingi kunjungan Presiden AS Donald Trump.
"Ekonomi China yang stabil dan terus berkembang akan menyediakan lebih banyak peluang bagi perusahaan dari berbagai negara, termasuk perusahaan-perusahaan Amerika Serikat," kata PM Li di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China.
Hadir dalam pertemuan tersebut Tim Cook (CEO Apple), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Jensen Huang (CEO NVidia), Brian Sikes (CEO Cargill), Elon Musk (CEO Tesla), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Jane Fraser (CEO Citigroup), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Larry Culp (CEO GE Aerospace), Cristiano Amon (CEO Qualcomm).
Kemudian Ryan McInerney (CEO Visa), Sanjay Mehrotra (CEO Micron Technology), Michael Miebach (CEO Mastercard), Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone), Jim Anderson (CEO Coherent), Jacob Thaysen (CEO Illumina), dan pimpinan Bursa Efek New York.
Di tengah meningkatnya ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam situasi internasional saat ini, PM Li mengatakan menjaga dialog dan komunikasi yang terus terang serta lancar antara China dan AS tidak hanya memiliki arti penting bagi kedua negara, tetapi juga akan menyuntikkan kepastian dan energi positif bagi perdamaian dan pembangunan dunia.
"China bersedia bekerja bersama AS untuk melaksanakan konsensus penting yang dicapai kedua kepala negara, berupaya meraih lebih banyak hasil positif, saling mendukung keberhasilan satu sama lain, bersama-sama mendorong kesejahteraan, serta memberikan manfaat yang lebih nyata bagi rakyat kedua negara dan masyarakat dunia," tambah PM Li.
PM Li menegaskan bahwa di dunia saat ini yang diliputi perubahan dan kekacauan, stabilitas menjadi semakin berharga dan perlu dijaga bersama oleh semua pihak.
"Hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS yang stabil dan dapat diprediksi sesuai dengan kepentingan kedua negara dan dunia. Kerja sama ekonomi dan perdagangan China-AS memiliki skala yang besar, dengan keterhubungan pasar dan industri yang luas," ungkap dia.
Penguatan kerja sama kedua pihak tidak hanya dapat mendorong keuntungan bersama dan hasil yang saling menguntungkan, tetapi juga bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi global.
"Sebagai dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, China dan AS seharusnya bergerak saling mendekat, memimpin dalam mendorong keterbukaan dan kerja sama, menangani serta mengelola perbedaan dengan baik, menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, serta menjadi kekuatan yang stabil dan konstruktif bagi dunia," tambah PM Li.
China, kata PM Li, sedang melaksanakan Rencana Lima Tahun ke-15 dan skala, potensi pertumbuhan, dan stabilitas pasar China sangat jelas terlihat.
"Permintaan baru terus muncul dengan cepat, motor penggerak baru terus berkembang, dan ekonomi terus bergerak stabil ke arah yang lebih baik. China menyambut lebih banyak perusahaan asing untuk datang ke China, mengembangkan pasar, dan berbagi peluang," ungkap PM Li.
Lingkungan kebijakan yang stabil dan terbuka, menurut PM Li, merupakan komitmen jangka panjang yang tidak berubah dari pemerintah China.
PM Li pun berharap lebih banyak perusahaan Amerika Serikat akan terus meningkatkan kinerjanya di pasar China, semakin mempererat ikatan kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan AS, sekaligus terus menjadi jembatan komunikasi dan dialog antara kedua negara.
Sedangkan para CEO dari perusahaan AS dalam keterangan tersebut menyatakan bahwa hubungan AS-China sangat penting. Mereka berharap kedua negara memperkuat dialog dan komunikasi, memperluas kepentingan bersama, serta mewujudkan kemakmuran bersama.
Dunia usaha AS juga disebut optimistis terhadap prospek perkembangan China, memberikan penilaian positif terhadap upaya China yang terus mendorong keterbukaan tingkat tinggi dan membangun lingkungan bisnis kelas satu, serta bersedia memperluas kerja sama dengan China dan melakukan upaya lebih besar untuk meningkatkan saling pengertian dan kerja sama antara kedua negara.
Baca juga: CEO Ford temui pemerintahan Trump bahas pembangunan mobil China di AS
Baca juga: Bertemu puluhan CEO, Xi Jinping janjikan China yang terbuka dan stabil
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·