Polda Metro Jaya canangkan gerakan "Jaga Jakarta Bersih dan Asri"

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - ​Polda Metro Jaya mencanangkan gerakan "Jaga Jakarta Bersih dan Asri" sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan di internal kepolisian yang dimulai dari memilah sampah di lingkungan kerja.

​Kegiatan tersebut diawali dengan apel di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu, yang dipimpin oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono.

​"Pagi hari ini jajaran Polda Metro Jaya melaksanakan apel pencanangan pilah sampah yang merupakan tindak lanjut daripada perintah Bapak Kapolda," katanya di Jakarta, Sabtu.

​Dekananto menjelaskan bahwa gerakan ini dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek jajaran.

Menurutnya, pencanangan tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk membangun kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan lingkungan.

​Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah perkotaan serta upaya membangun kesadaran bersama untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

​"Hari ini Bapak Kapolda dan seluruh jajaran, termasuk Polres dan Polsek, juga melakukan pencanangan pilah sampah sebagai bagian dari budaya bersih dan asri di lingkungan Polda Metro Jaya," katanya.

​Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 personel dari 29 satuan kerja (satker) Polda Metro Jaya ikut ambil bagian.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan 2.440 personel dari 13 Polres jajaran serta 2.939 personel dari 102 Polsek jajaran.

Sejumlah anggota Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan di area Polda Metro Jaya, Sabtu (23/5/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya

​Usai apel, personel langsung bergerak melakukan kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan di area Polda Metro Jaya.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak oleh jajaran Polres dan Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

​Tidak hanya melibatkan personel kepolisian, Polda Metro Jaya juga mengundang perwakilan organisasi masyarakat dari wilayah Jakarta dan sekitarnya sebagai bentuk kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

​"Polda Metro Jaya bersama masyarakat mari kita bahu-membahu dan bersinergi dalam persoalan sampah ini," ucapnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, Polda Metro Jaya telah menyediakan tempat sampah terpilah di berbagai titik.

Rinciannya, sebanyak 465 unit bak sampah terpilah disiapkan di lingkungan Polda Metro Jaya, 123 unit di Polres jajaran, dan 233 unit di Polsek jajaran.

Fasilitas tempat sampah tersebut dibagi berdasarkan tiga jenis, yakni sampah organik, nonorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).

Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat mendorong personel untuk membiasakan diri memilah sampah secara konsisten dan berkelanjutan.

Dekananto menegaskan persoalan sampah terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi masalah besar apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, budaya bersih harus dibangun dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara terus-menerus.

"Persoalan sampah ini terlihat sederhana, tetapi kalau tidak kita kelola dengan baik, benar, konsisten, dan berkelanjutan, maka ini akan menjadi masalah besar," tuturnya.

​Ia menambahkan gerakan Jaga Jakarta Bersih dan Asri merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya untuk hadir secara humanis di tengah masyarakat.

Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga ikut mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup.

"Polri ingin terus hadir dengan wajah yang humanis, tidak hanya dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Semangat Jaga Jakarta harus dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan," ucap Dekananto.

Baca juga: Marak begal, Polda Metro Jaya akan dalami jaringan utama para pelaku

Baca juga: Polda Metro tangkap 173 tersangka kejahatan jalanan selama Mei 2026

Baca juga: Polda Metro Jaya imbau masyarakat bijak gunakan media sosial

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.