Polda Metro Jaya Pulangkan 101 Orang Terduga Perusuh May Day 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Polda Metro Jaya memulangkan 101 orang yang sebelumnya diamankan karena diduga berencana memicu kerusuhan dalam peringatan May Day 2026 di Jakarta. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, proses pemulangan para individu tersebut dilakukan pada Jumat malam dengan pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Pemulangan ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, yang menjelaskan bahwa para terduga perusuh tersebut telah kembali ke kediaman masing-masing. Pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap mereka meskipun statusnya telah dipulangkan.

"Semalam 101 orang tersebut sudah pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput keluarga dan pendampingan dari LBH Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Penyidik saat ini tengah mendalami berbagai temuan di lapangan, termasuk indikasi adanya pihak yang mendanai rencana aksi gangguan keamanan tersebut. Fokus utama kepolisian tertuju pada dokumen-dokumen yang menunjukkan rencana mobilisasi massa secara sistematis.

"Tentunya barang yang ditemukan serta selebaran dan rencana aksi tetap dalam pendalaman Satgas Gakkum PMJ," ujarnya.

Sebelum pemulangan dilakukan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari bom molotov hingga selebaran provokatif. Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan adanya dokumen terperinci mengenai jadwal serangan yang telah disusun oleh kelompok tersebut.

"Dan kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan. Mereka sudah mempersiapkan rekan-rekan sekalian di sini tergambar dengan jelas, bisa dilihat juga di layar, yang rundown," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5).

Kombes Iman memaparkan bahwa rencana aksi tersebut mencakup pengaturan waktu yang spesifik untuk memulai gangguan keamanan. Penjadwalan ini diduga telah disiapkan secara matang agar serangan terjadi serentak.

"Bisa tergambar dengan jelas mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya. Jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan kalau bahasa di sini," tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, polisi juga menemukan rute pergerakan massa yang mencakup jalur kedatangan dan titik evakuasi. Perencanaan ini mengindikasikan adanya upaya pengorganisiran profesional untuk menghindari deteksi petugas.

"Ini sudah mereka persiapkan. Jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana. Titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan," sebutnya.

Selain dokumen fisik, kepolisian menyita alat komunikasi dan sejumlah uang tunai dari tangan seorang koordinator lapangan. Dana tersebut diduga kuat akan didistribusikan kepada peserta aksi yang ikut serta dalam kelompok mereka.

"Ini adalah sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan yang berdasarkan informasi yang bersangkutan kepada kami bahwa uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama-sama dengan kelompoknya," sebutnya.

Informasi yang dihimpun dari percakapan para terduga pelaku menunjukkan adanya upaya provokasi melalui media sosial untuk membenturkan antar elemen serikat buruh. Tujuannya adalah menciptakan kekacauan di tengah massa yang sedang melakukan unjuk rasa damai.

"Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung," ucap dia.