Polda Metro Jaya resmi menaikkan status perkara kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Langkah hukum ini diambil setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi terkait insiden maut tersebut.
Dilansir dari Detikcom, kecelakaan yang terjadi pada Senin, 27 April malam itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami keterangan dari berbagai pihak guna mengungkap fakta hukum di balik peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus pada Minggu, 3 Mei 2026. Ia menyebutkan bahwa jumlah orang yang sudah dimintai keterangan mencapai puluhan orang.
"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang," ujar Budi Hermanto.
Penyidik merinci bahwa ke-31 saksi tersebut berasal dari berbagai latar belakang yang berkaitan dengan kejadian di lokasi. Mereka di antaranya adalah pelapor, pengemudi armada taksi, petugas penjaga palang pintu, hingga masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian.
"Yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelas Budi Hermanto.
Penanganan kasus ini sekarang berada di bawah kendali Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan teknis untuk melengkapi berkas perkara, termasuk analisis bukti digital dari rekaman kamera pengawas.
"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," ucap Budi Hermanto.
Kronologi kejadian bermula saat sebuah taksi Green SM mengalami gangguan teknis berupa korsleting listrik hingga terhenti di tengah perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertemper oleh KRL yang sedang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta, sehingga rangkaian KRL berhenti darurat di tengah rel.
Situasi semakin memburuk ketika terdapat KRL lain arah Cikarang yang juga tertahan di Stasiun Bekasi Timur sebagai imbas dari tabrakan taksi tersebut. Pada saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah Jakarta menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di stasiun tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·