Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan menggagalkan penyelewengan 10 ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Muara Enim pada Minggu (19/4) malam. Tiga orang tersangka ditangkap setelah polisi membuntuti truk yang menggunakan pelat nomor palsu untuk mengelabui petugas.
Operasi ini dilakukan menyusul laporan masyarakat mengenai distribusi pupuk yang tidak tepat sasaran. Dilansir dari Detikcom, Wadirkrimsus Polda Sumsel AKBP Listiyono menjelaskan bahwa pengungkapan bermula dari pengejaran truk Isuzu putih dari arah Kabupaten Ogan Komering Ulu menuju Muara Enim.
"Saat penghadangan di Jalan Raya Prabumulih-Baturaja, petugas menemukan muatan berupa 180 karung pupuk urea dan 20 karung pupuk NPK Phonska dengan total berat sekitar 10 ton. Sopir truk berinisial IWS (51), yang ternyata merupakan residivis kasus serupa, tidak dapat menunjukkan dokumen sah pengangkutan maupun bukti sebagai penerima resmi," kata AKBP Listiyono, Kamis (23/4/2026).
Penyelidikan kemudian dikembangkan hingga menyasar pihak penyalur di wilayah OKU. Polisi menangkap HT (39) sebagai pemilik kios dan RMU (23) yang berperan sebagai admin, yang diduga menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET).
Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Khoiril Akbar menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan serius terhadap program pemerintah. Petugas menyita barang bukti berupa 10 ton pupuk, satu unit truk, dokumen kendaraan, bukti transaksi perbankan, serta tiga unit telepon genggam.
Para tersangka kini ditahan di Mapolda Sumsel dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 5 miliar. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan komitmen kepolisian dalam melindungi hak-hak petani lokal.
"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi oknum yang mencoba menyalahgunakan pupuk subsidi. Ini menyangkut hajat hidup petani kita. Polda Sumsel akan terus melakukan penindakan tegas dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika melihat kejanggalan di lapangan," tegas Nandang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·