Polisi gelar dialog dengan nelayan, bahas berbagai persoalan di Jakut

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya menggelar dialog dengan nelayan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan, mulai dari alat tangkap yang merusak lingkungan hingga limbah industri.

Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan dialog tersebut menjadi sarana komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat nelayan untuk mengetahui persoalan yang tengah berkembang di kawasan pesisir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung masukan dan keluhan masyarakat nelayan. Ditpolairud Polda Metro Jaya hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan mencarikan solusi sesuai kewenangan,” kata Mustofa.

Dalam dialog tersebut, nelayan menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai memengaruhi aktivitas melaut dan hasil tangkapan ikan. Salah satu yang menjadi sorotan, yakni penggunaan alat tangkap jenis garok yang disebut dapat merusak terumbu karang dan ekosistem laut.

Selain itu, nelayan juga mengeluhkan penurunan hasil tangkapan ikan, penyempitan wilayah tangkap, kebutuhan fasilitas docking untuk bagang apung, serta persoalan limbah industri yang dinilai berdampak terhadap kondisi perairan pesisir.

Baca juga: Nelayan di Kepulauan Seribu ikuti cek kesehatan gratis

Menanggapi berbagai permasalahan itu, Mustofa meminta agar masyarakat nelayan segera melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di wilayah perairan.

Dia juga menilai sosialisasi mengenai aturan penggunaan alat tangkap harus dilakukan secara terus-menerus guna mencegah konflik antarnelayan serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

“Kalau ada kejadian atau dugaan pelanggaran, segera laporkan. Kami juga mendorong sosialisasi agar nelayan memahami alat tangkap yang diperbolehkan dan yang dilarang,” tutur Mustofa.

Selain dialog dan sesi tanya jawab, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat nelayan.

Ditpolairud Polda Metro Jaya pun berharap komunikasi dengan masyarakat pesisir terus terjalin sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan tetap kondusif.

Kegiatan dialog yang digelar di Taman Anak Pesisir, Gang Manunggal 7, Kalibaru, pada Senin (25/5) itu turut dihadiri oleh PS Kasi Sidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya AKP M Aldi, Ka Markas Unit Patroli Cilincing Ipda Syamsul Bahri, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Cilincing Jeni, pengurus Koperasi Angin Mamiri Bahari, serta para nelayan pesisir Kalibaru.

Baca juga: Nelayan nilai pemberantasan ikan sapu-sapu di Ciliwung tidak mudah

Baca juga: Nelayan Muara Angke minta disediakan dermaga khusus kapal mangkrak

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.