Jakarta (ANTARA) - Jajaran Polsek Matraman menggelar patroli gabungan bersama unsur TNI dan Polri pada Senin dini hari hingga pagi untuk mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan, seperti begal dan juga menyasar pelanggar lalu lintas (lalin).
"Kita melaksanakan kegiatan patroli gabungan secara mobile dan stasioner mulai Senin pukul 01.00 WIB dini hari sampai selesai di pukul 05.00 WIB pagi tadi," kata Kanit Reskrim Polsek Matraman Iptu Ferdian Anggun Prase di Jakarta, Senin.
Kegiatan patroli tersebut melibatkan sebanyak 20 personel gabungan. Patroli dilakukan di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Matraman.
Ferdian menyebutkan sasaran patroli itu meliputi kawasan permukiman, jalan protokol, serta lokasi yang dianggap rawan terjadi tindak kriminal.
"Patroli melibatkan TNI dan Polri dengan jumlah 20 personel. Tentunya, ini semua untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif," ujar Ferdian.
Menurut dia, patroli tersebut menyisir seluruh wilayah Kecamatan Matraman hingga ke Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur.
Dari hasil patroli yang dilakukan selama beberapa jam itu, petugas menemukan masih banyak pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas, di antaranya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, serta kendaraan tanpa pelat nomor.
"Hasil yang didapatkan, sebagian besar para pengguna jalan enggak menggunakan helm, bonceng tiga, enggak pakai plat nomor," jelas Ferdian.
Baca juga: Polres Jaktim patroli skala besar antisipasi begal hingga tawuran
Meski demikian, polisi memastikan tidak ditemukan tindak kriminal selama patroli itu berlangsung. Situasi keamanan di wilayah Matraman pun terpantau aman dan kondusif hingga pagi hari.
Ferdian menyebutkan kegiatan patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan angka kejahatan jalanan, khususnya pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan begal yang kerap meresahkan masyarakat.
Dia pun berharap kehadiran aparat gabungan di lapangan dapat memberikan rasa aman bagi warga, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
"Kami berharap adanya patroli ini, mudah-mudahan ke depan wilayah Matraman tidak terjadi 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), dan juga begal, sehingga masyarakat aman dan nyaman," ungkap Ferdian.
Polsek Matraman memastikan patroli cipta kondisi terus dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga keamanan wilayah serta mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta Timur.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur menggelar patroli cipta kondisi (Cipkon) dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar untuk mengantisipasi begal dan tawuran remaja di wilayah setempat.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan, antara lain kawasan depan Mal Basura Jatinegara, Jembatan Banjir Kanal Timur (BKT) di Jalan Pahlawan Revolusi, Yayasan Al-Falah Klender, dan Posko Terpadu Jaga Ibukota di kawasan Kebon Singkong, Duren Sawit.
Selain melakukan pemantauan di titik rawan, petugas juga menyisir sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Timur. Rute patroli itu meliputi kawasan Jatinegara, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Bekasi Timur Raya, dan kembali ke Markas Komando Polres Metro Jakarta Timur.
Baca juga: Tawuran warga di Klender Jaktim sebabkan macet hingga 2 km lebih
Baca juga: Dua pelaku curanmor ditangkap saat beraksi di SPBU Pasar Rebo
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·