Aparat kepolisian mengonfirmasi bahwa pria yang menjadi sasaran amuk massa di Stasiun Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (26/4/2026) merupakan seorang gelandangan dan bukan preman setempat. Peristiwa pengeroyokan tersebut dipicu oleh tindakan pria tersebut yang membanting gitar milik seorang pengamen setelah permintaannya akan uang ditolak.
Aksi kekerasan yang terekam kamera dan viral di media sosial tersebut memperlihatkan sejumlah orang memukuli korban di area Jalan Mayor Oking. Berdasarkan penelusuran fakta yang dilansir dari Detikcom, petugas keamanan dalam (PKD) stasiun sempat berupaya melerai keributan agar tidak meluas ke area peron.
"Informasi dari ojek sekitar korban pengeroyokan adalah gelandangan memalak pengamen. Namun pada saat memalak, pengamen tidak memberinya uang. Lalu gelandangan tersebut mengambil gitarnya (milik pengamen) dan membantingnya, (kemudian) terjadilah keributan," kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, Minggu (26/4/2026).
Insiden bermula di pedestrian Jalan Kapten Muslihat sebelum akhirnya korban melarikan diri ke arah sisi samping stasiun. Setelah situasi berhasil dikendalikan oleh petugas di lokasi, kelompok warga dan pria yang dikeroyok tersebut langsung meninggalkan tempat kejadian secara terpisah.
"Setelah dilerai oleh PKD, korban pengeroyokan dan pelaku pengeroyokan membubarkan diri. Pelaku pengeroyokan membubarkan diri ke arah Jembatan Merah, korban pengeroyokan berjalan ke lapas Jalan Paledang," kata Waluyo.
Pihak Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian perkara untuk mengumpulkan informasi tambahan. Polisi mengonfirmasi bahwa korban telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit meskipun proses hukum belum berjalan secara formal.
"Piket reskrim dan ident sudah cek ke TKP dan korban yang berobat, namun belum berkenan buat laporan," kata Aji.
Aji Riznaldi menjelaskan bahwa timnya masih terus mendalami duduk perkara melalui keterangan para saksi di lapangan. Hal ini dilakukan guna menanggapi narasi yang berkembang di masyarakat terkait aktivitas pemalakan yang sering terjadi terhadap pengemudi ojek daring.
"Betul kejadian semalam, kita sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait kejadian tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi ketika dimintai konfirmasi terkait video viral, Minggu (26/4).
Video yang beredar menunjukkan pria tersebut tersungkur setelah mencoba menghindari pukulan bertubi-tubi dari kerumunan warga di malam hari. Lokasi kejadian di akses Jalan Mayor Oking dipadati oleh pengguna jalan dan warga yang menyaksikan langsung upaya petugas keamanan menghalau massa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·