Ulama Lebak serukan damai Timur Tengah permanen

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lebak (ANTARA) - Ulama kharismatik Kabupaten Lebak, Banten, KH Hasan Basri, berharap perang yang terjadi di Timur Tengah berakhir secara permanen demi kemaslahatan seluruh bangsa di dunia, sekaligus mendesak Indonesia agar tetap berpegang pada politik nonblok di tengah dinamika geopolitik kawasan.

"Kami berharap perang yang terjadi di Timur Tengah berakhir karena Allah SWT menciptakan manusia beraneka perbedaan suku, bangsa, bahasa, namun harus bersatu dan tidak terjadi konflik," katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Ciheulang Rangkasbitung ini, dalam keterangan persnya di Lebak, Ahad, pun mengutuk keras Israel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena telah melakukan pembunuhan terhadap warga Iran dan Palestina.

Di antara para korban kejahatan kemanusiaan Israel dan AS dalam agresi militernya terhadap Iran pada 28 Februari hingga tercapai gencatan senjata yang rapuh saat ini adalah anak - anak dan kaum wanita, katanya.

"Kami melihat pembunuhan itu sangat kejam dengan menyerang sekolah, permukiman penduduk, termasuk tempat tinggal rumah, rumah sakit, dan tempat lainnya hingga ribuan anak dan wanita meninggal akibat dihujani bom," kata KH Hasan Basri.

Baca juga: Ratusan warga di Jakarta gelar doa bersama untuk Ali Khamenei

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menurut ulama berpengaruh dari Banten ini, harus turun tangan dan bertindak tegas karena militer Israel - AS itu sudah jelas-jelas melakukan pelanggaran berat dalam agresi militernya terhadap Iran.

Bahkan, dalam kasus Gaza, Israel telah melakukan genosida dengan membunuh puluhan ribu warga Palestina, baik kaum perempuan, orang tua, maupun anak-anak, sehingga tindakan rezim Zionis itu layak disebut kejahatan perang, katanya, menambahkan.

Oleh karena itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu layak diadili sebagai penjahat perang. Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang berkoalisi dengan Israel juga melakukan pembunuhan terhadap warga Iran dengan menjatuhkan bom di sejumlah daerah di negara itu.

"Kami mengutuk Israel dan Presiden AS Donald Trump dan secepatnya perang itu diakhiri dan dihentikan," katanya menjelaskan.

Terkait dengan kehadiran Indonesia di Dewan Perdamaian (BoP), dia berharap Indonesia tidak masuk dalam dewan bentukan Presiden Donald Trump tersebut.

Permintaan itu telah pun disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena AS dan Israel yang berada di BoP telah melakukan pelanggaran berat, katanya, seraya berharap Pemerintah RI tetap memainkan politik nonblok dalam, misalnya, menyikapi kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Baca juga: AWG kutuk tindakan AS mendanai kejahatan Israel

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.