Polri Laksanakan Panen Raya Jagung Kuartal II 1,23 Juta Ton

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kontribusi kepolisian dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Capaian sektor pertanian ini dipaparkan langsung oleh pimpinan korps bhayangkara, dilansir dari Detikcom. Sebelum memasuki kuartal kedua di tahun ini, institusi tersebut tercatat telah merealisasikan penanaman komoditas serupa pada lahan seluas 661.112 hektare dengan total produksi sebanyak 3,9 juta ton sepanjang tahun 2025.

"Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025, sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton, untuk melanjutkan capaian tersebut terdapat potensi lahan yang harus kami lanjutkan yaitu seluas 1,37 juta hektare yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Jenderal Sigit saat panen raya jagung serentak di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Evaluasi berkala terus dilakukan terhadap program ketahanan pangan ini. Pada awal tahun berjalan, tepatnya Januari 2026, pihak kepolisian juga telah menyelesaikan panen kuartal I di atas lahan seluas 91 ribu hektare yang menghasilkan produksi sebesar 884.129 ton.

"Selanjutnya pada hari ini dengan dipimpin Bapak Presiden kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 189,760 hektare, dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton," ucapnya.

Komoditas yang dipanen kali ini tidak hanya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sebagian dari hasil produksi pertanian tersebut dijadwalkan untuk dikirim ke pasar luar negeri guna memberikan nilai tambah ekonomi langsung kepada para petani lokal.

"Sebanyak 100 ton hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat," ungkapnya.

Mekanisme perdagangan internasional ini melibatkan lembaga perekonomian desa untuk memastikan stabilitas harga di tingkat produsen. Selisih harga beli dan harga jual diatur sedemikian rupa agar memberikan keuntungan bagi para petani.

"Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp 6.500 kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp 7 ribu per kg, dengan demikian diperoleh margin keuntungan Rp 500/kg," imbuhnya.

Khusus untuk wilayah pelaksanaan di Kabupaten Tuban, penanaman memanfaatkan area perhutanan sosial seluas 101,5 hektare. Pengelolaan lahan di daerah tersebut sepenuhnya dijalankan oleh empat gabungan kelompok tani setempat.

"Dari luas lahan tersebut potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton, dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan," jelasnya.