Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor (Polsek) Matraman tengah memburu pelaku penusukan terhadap petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, yakni Endri (52).
"Saat ini kami sedang lakukan upaya pencarian pelaku," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Jatinegara, AKP Eko Bayu saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Eko memastikan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penusukan terhadap Endri.
Berdasarkan hasil pendalaman sementara, kata Eko, diketahui pelaku sudah cukup lama tidak tinggal bersama orang tuanya di wilayah Kelurahan Bidara Cina.
Namun, pelaku disebut kerap datang ke kawasan tersebut untuk berkumpul bersama teman-temannya.
Menurut dia, polisi terus mengumpulkan alat bukti dan memperkuat keterangan saksi guna mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut.
"Sejauh ini ada empat orang saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan, untuk barang bukti yang sudah diamankan yaitu baju korban," ucap Eko.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyesalkan kejadian penusukan yang menimpa petugas PPSU tersebut.
Dia meminta proses hukum dilakukan sesuai prosedur dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
"Tentu kepolisian yang melakukan standar operasional prosedur (SOP). Jadi terus meminta kepolisian agar dilaksanakan sesuai dengan aturan. Itu kan sudah masuk ranah kriminal, makanya harus diselesaikan di jalur kepolisian," kata Munjirin saat dikonfirmasi terpisah.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga berharap pelaku segera ditangkap agar kasus tersebut dapat segera diselesaikan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun petugas PPSU yang bekerja di lapangan.
Adapun seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim) bernama Endri (52), menjadi korban penusukan usai menegur pengunjung di area Kantor Kelurahan Bidara Cina.
"Iya saya ditusuk setelah saya menegur pelaku yang mau ke Kantor Kelurahan Bidara Cina," kata Endri di Jakarta, Jumat (15/5).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (14/5) sekitar pukul 05.00 WIB.
Korban diketahui baru selesai menyapu sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Otista Raya, sebelum kembali ke kantor kelurahan untuk melakukan absensi dan beristirahat sejenak bersama rekan kerjanya yang sedang piket.
Menurut keterangan Endri, insiden bermula ketika seorang remaja memasuki area kantor kelurahan tanpa melepas alas kaki.
Melihat hal itu, dia menegur secara baik-baik demi menjaga kebersihan area yang baru saja dibersihkan.
Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pelaku. Endri menyebutbpelaku langsung melontarkan kata-kata kasar dan tidak terima atas teguran yang disampaikan.
Lalu, situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pemukulan.
Akibat kejadian itu, Endri mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka pada bagian paha kanan, pelipis, serta bibir yang mengalami pembengkakan.
Baca juga: PPSU Jaktim jadi korban penusukan usai tegur pengunjung kelurahan
Baca juga: Pemkot Jaksel prioritaskan keselamatan kerja petugas PPSU
Baca juga: Petugas PPSU tewas usai tertabrak mobil di Pejaten Barat
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·