Populer: Rupiah Melemah Tembus Rp 17.538; 6 Saham RI Ditendang MSCI

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (13/5). Daftar saham RI yang keluar dari indeks MSCI juga jadi berita populer.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Rupiah Masih Melemah, Kini Tembus Rp 17.538 per Dolar AS

Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan, mencapai Rp 17.538 per dolar AS pada Rabu pagi (13/5) pukul 09.21 WIB, turun 9,5 poin atau 0,05 persen berdasarkan laporan Bloomberg. Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, mengidentifikasi beberapa faktor pendorong pelemahan ini, termasuk aksi jual saham oleh investor asing menjelang pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), tensi geopolitik antara AS dan Iran, serta antisipasi libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menambahkan ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan kekhawatiran pasar ekonomi global.

Dalam menghadapi tekanan tersebut, BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan Non Deliverable Forward (NDF), serta mengoptimalkan instrumen operasi moneter.

Meski demikian, BI mencatat kepercayaan investor asing terhadap aset keuangan domestik masih cukup baik, tercermin dari aliran modal asing sebesar Rp 61,6 triliun yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI sepanjang April 2026. Likuiditas valuta asing domestik juga dinilai memadai, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas mencapai 10,9 persen secara year to date (ytd) pada akhir Maret 2026.

BI memperkirakan tekanan musiman terhadap rupiah akan mereda, memungkinkan nilai tukar untuk kembali bergerak sesuai fundamental ekonomi domestik. Optimisme ini didasarkan pada data dan kebijakan stabilisasi yang telah dan akan terus diimplementasikan oleh bank sentral untuk meredam gejolak pasar dan menjaga daya tarik investasi di Indonesia.

Daftar Lengkap 6 Saham RI yang Ditendang MSCI dan 13 Keluar dari Small Cap

Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Sergei Elagin/Shutterstock

Lembaga penyusun indeks pasar global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), telah merilis daftar saham-saham Indonesia yang dikeluarkan dari tinjauan indeks Mei 2026, yang akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026. Keputusan ini berdampak signifikan pada portofolio investasi, khususnya bagi para manajer investasi yang melacak indeks MSCI. Sebanyak 6 emiten ditendang dari indeks utama atau MSCI Global Standard, sementara 13 saham lainnya dikeluarkan dari indeks berkapitalisasi kecil atau MSCI Global Small Cap.

Enam emiten yang dihapus dari MSCI Global Standard Index meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Menariknya, saham AMRT, meskipun dikeluarkan dari indeks Standard, berhasil masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Index, menunjukkan pergeseran kategorisasi berdasarkan kapitalisasi pasar atau kriteria likuiditas.

Selain itu, MSCI juga melakukan perubahan pada MSCI Global Small Cap Index dengan mengeluarkan 13 saham perusahaan Indonesia. Daftar ini mencakup PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). Emiten lain yang turut dikeluarkan adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), yang menandai rekalibrasi portofolio indeks MSCI di pasar modal Indonesia.