Populer: soal Opsi Pengurangan Anggaran MBG; Trump Senang dengan Inflasi AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi paket makanan MBG. Foto: Shutterstock

Opsi pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (11/6). Trump yang senang dengan inflasi AS juga turut jadi berita populer.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Kata Mensesneg soal Opsi Pengurangan Anggaran MBG

Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengklarifikasi bahwa diskusi mengenai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan merupakan pemangkasan, melainkan perhitungan ulang untuk potensi pengurangan kebutuhan anggaran. Proses penghitungan ini dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan BGN, mengindikasikan pendekatan berbasis data untuk efisiensi fiskal dalam program sosial berskala besar. Penataan ulang menyeluruh MBG ditargetkan rampung dalam satu bulan, dengan fokus pada pengawasan kualitas.

Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang program MBG, termasuk efisiensi anggaran dan penyaluran tepat sasaran, menunjukkan tren pemerintahan yang mengutamakan optimalisasi belanja negara. Hal ini juga ditegaskan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan, yang menilai pengelolaan anggaran saat ini sudah efisien namun dapat ditingkatkan dengan memastikan program dan belanja negara lebih tepat sasaran, termasuk MBG.

Inflasi AS Capai 4,2 Persen pada Mei 2026, Trump Sebut Angkanya Sangat Bagus

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers di dekat lokasi pembangunan ruang dansa yang diusulkannya di Gedung Putih, Washington, DC, Selasa (19/5/2026). Foto: Kent Nishimura / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons data inflasi AS pada Mei 2026 yang melonjak 4,2 persen. Angka tersebut menjadi kenaikan bulanan ketiga berturut-turut sejak pecahnya perang di Iran dan merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Trump mengaku tidak khawatir terhadap lonjakan inflasi AS yang terjadi akibat perkembangan perang di Timur Tengah itu. “Tidak, saya menyukainya. Angkanya sangat bagus,” kata Trump saat di Gedung Putih pada Rabu (10/6), dikutip dari The Guardian.

Data yang dirilis sebelumnya pada hari yang sama menunjukkan tekanan harga meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,3 persen pada Maret dan naik menjadi 3,8 persen pada April. Sebelum konflik dimulai, inflasi pada Februari berada di level 2,4 persen.

Menurut data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), kenaikan harga energi kembali menjadi penyumbang utama inflasi dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap kenaikan bulanan Indeks Harga Konsumen (CPI).