Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menawarkan Kawasan Industri Buluminung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, terpadu dan terintegrasi langsung dengan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bupati PPU Mudyat Noor d Samarinda, Jumat, mengatakan bahwa PPU tidak lagi sekadar menawarkan potensi mentah. Pihaknya kini menyodorkan proyek yang telah matang dan siap dikerjakan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).
"Pemutakhiran data IPRO adalah langkah krusial untuk memberikan kepastian bagi investor. Kami menjamin kesiapan lahan, kelayakan proyek secara teknis dan ekonomis, hingga dukungan regulasi yang kuat," ujar Mudyat Noor dalam acara penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Kalimantan Timur di Samarinda.
Komitmen ini merupakan bagian dari penguatan Regional Investment Relations Unit (RIRU). Instrumen strategis ini dirancang untuk memastikan arus investasi masuk secara lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.
Baca juga: Pimpinan MPR cek kesiapan IKN dan bahas perpindahan lembaga
Di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memangkas hambatan birokrasi.
Beberapa poin utama dalam penguatan iklim investasi PPU meliputi akurasi data yakni pemanfaatan data real-time untuk meyakinkan investor.
Kemudahan perizinan atau transformasi layanan terpadu yang lebih cepat dan efisien, dan terakhir dukungan infrastruktur yakni alokasi anggaran dan monitoring berkala untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.
Sebagai "serambi" IKN, PPU memiliki daya tawar yang sulit ditandingi. Selain Kawasan Industri Buluminung, pemerintah daerah juga membuka pintu lebar untuk investasi di sektor
logistik dan pelabuhan dengan memanfaatkan garis pantai untuk jalur distribusi nasional.
Baca juga: Ketua MPR: Filosofi desain Gedung MPR IKN gambarkan keindonesiaan
Kemudian sektor pariwisata eksklusif dengan mengembangkan potensi alam yang berdampingan dengan kawasan inti pemerintahan, dan selanjutnya sektor agro industri atau Ketahanan pangan untuk menyuplai kebutuhan populasi IKN yang terus bertambah.
“Penajam Paser Utara siap menjadi mitra strategis utama bagi para investor. Kami bukan hanya penonton, tapi pemain aktif dalam pertumbuhan ekonomi baru di sekitar IKN,” tegas Mudyat Noor.
Dengan langkah ini, Kalimantan Timur semakin memperkuat posisinya sebagai episentrum investasi nasional.
Percepatan pembangunan IKN terbukti menjadi multiplier effect yang membuka peluang ekonomi luas, sekaligus mengubah wajah PPU menjadi kawasan industri masa depan yang modern dan ramah lingkungan.
Baca juga: Ketua MPR sebut pembangunan IKN harus terus berlanjut
Pewarta: Arumanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·