Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Rusia pada pekan ini untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan kenegaraan tersebut akan berfokus pada pembahasan dinamika pasokan energi, khususnya terkait minyak, serta perkembangan geopolitik global.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa pasokan minyak menjadi isu yang sangat strategis bagi Indonesia. "Salah satu yang akan dibicarakan juga itu (soal pasokan minyak), karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia," ujar Sugiono kepada wartawan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Sugiono menambahkan, selain sektor energi, kedua pemimpin juga akan membahas situasi geopolitik dunia. Informasi ini juga dilansir dari Detik Finance, menegaskan pentingnya pertemuan tersebut di tengah ketidakpastian global.
Meskipun Sugiono enggan menjawab tegas mengenai tanggal pasti keberangkatan Prabowo, ia mengamini bahwa Presiden akan berangkat pada pekan ini. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Prabowo dalam mengamankan pasokan energi untuk kebutuhan dalam negeri.
Sebelumnya, Prabowo sering kali menyatakan bahwa kunjungannya ke luar negeri sejak menjabat akhir 2024 bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan energi. Hal ini diungkapkannya sebagai respons atas berbagai kritik mengenai frekuensi kunjungan ke luar negeri.
"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana," kata Prabowo dalam Rapat Kerja dengan Anggota Kabinet Merah Putih yang disiarkan secara daring di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026).
Sebagai contoh, dalam kunjungan ke Jepang, Indonesia berhasil memperoleh komitmen dukungan dari pemerintah Negeri Sakura untuk peningkatan produksi energi. Langkah serupa akan terus dilakukan ke negara-negara lain demi menjamin ketahanan energi domestik.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengisyaratkan kemungkinan kelanjutan proyek kilang minyak dengan Rusia akan menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan Prabowo dengan Putin. Seperti diketahui, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, dalam proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.
"Rosneft itu kan di Tuban. Rosneft dengan Pertamina membangun satu kilang di sana. Nah, mungkin itu salah satu yang akan bisa kita follow up. Tapi itu kan B2B (Business to Business)," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
Mengenai opsi pembelian minyak Rusia, Bahlil menegaskan bahwa kemungkinan tersebut tetap terbuka. "Ya kenapa tidak? Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok," ucap Bahlil singkat, menanggapi pertanyaan apakah Rusia masih menjadi salah satu opsi selain Amerika Serikat.
Kunjungan ini akan menjadi yang ketiga bagi Prabowo sejak menjabat presiden. Sebelumnya, ia telah dua kali mengunjungi Rusia pada tahun 2025, yaitu untuk menghadiri Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) dan pertemuan bilateral di Kremlin. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, penguatan kemitraan strategis di berbagai bidang, termasuk pertahanan, energi nuklir, perdagangan, teknologi, dan pendidikan, menjadi agenda utama.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·