Prabowo dan Gibran Puncaki Elektabilitas Capres&Cawapres Versi Poltracking

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas dalam bursa calon presiden dan wakil presiden menurut rilis lembaga Poltracking Indonesia pada Senin (13/4/2026).

Dilansir dari Detikcom, survei yang dilakukan pada 2-8 Maret 2025 ini menjaring aspirasi 1.220 responden di seluruh provinsi melalui wawancara tatap muka secara langsung.

Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amwari, menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan secara spontan tanpa menyodorkan daftar nama tokoh kepada para responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling.

Dalam simulasi pilihan presiden, Prabowo Subianto meraih dukungan tertinggi sebesar 32,9 persen, disusul Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 13,5 persen, dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebesar 4,2 persen.

"Elektabilitas capres dari spontanitas pemilih ketika ditanya siapa calon presiden yang akan Bapak/Ibu Saudara pilih. Responsnya 32,9% itu adalah Prabowo Subianto," ujar Masduri Amwari, Peneliti Utama Poltracking dalam konferensi pers virtual.

Sejumlah nama lain juga muncul dalam aspirasi publik meski di bawah angka 5 persen, seperti Gibran Rakabuming, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Mahfud MD.

Masduri menekankan adanya angka pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters yang masih cukup tinggi, yakni mencapai 28,8 persen dari total responden.

Pada kategori calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka memimpin dengan angka 26,8 persen, diikuti oleh Dedi Mulyadi dengan 8,9 persen dan Mahfud MD mengantongi 4,3 persen dukungan.

Tokoh-tokoh lain seperti Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, dan AHY tercatat memiliki elektabilitas di bawah 5 persen untuk posisi cawapres, dengan jumlah pemilih bimbang mencapai 38,8 persen.

Survei ini memiliki margin of error sebesar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, yang menjadi gambaran awal peta politik nasional jauh sebelum pelaksanaan pemilu mendatang.